Sampah Bertumpuk di Sejumlah Titik Jalan Protokol Lhokseumawe, Ini Penyebabnya

Tumpukan sampah di Lhokseumawe Line1News Fajar3
Kawanan kambing menyerbu tumpukan sampah di ruas jalan protokol Kota Lhokseumawe, Jumat, 22 November 2024. Foto: Line1.News/Fajar

Lhokseumawe – Tumpukan sampah berserakan di sejumlah titik di jalan protokol Kota Lhokseumawe. Selain mengganggu pemandangan karena berada di pusat kota, tumpukan sampah tersebut menimbulkan bau tak sedap.

Pantauan Line1.News pada Jumat, 22 November 2024, tumpukan sampah itu berada di kawasan Jalan Protokol Desa Kutablang dan Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti. Hingga pukul 17.30 waktu Aceh, sampah-sampah itu belum diangkut oleh petugas kebersihan. Bahkan ada tumpukan sampah yang diobrak-abrik kawanan kambing.

Menurut warga sekitar, selain karena kurangnya kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya, tumpukan sampah itu disebabkan minimnya bak kontainer sampah yang disediakan Pemerintah Kota Lhokseumawe.

Kendala Teknis di TPA Alue Lim

Pelaksana harian Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lhokseumawe, Ridwan Puteh mengaku penumpukan sampah di sejumlah titik jalan protokol akibat kendala teknis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.

Tumpukan sampah di Lhokseumawe Line1News Fajar2
Tumpukan sampah di Lhokseumawe. Foto: Line1.News/Fajar

Sejak beberapa tahun terakhir, kata dia, DLH meminjam alat berat dari Dinas Kelautan, Pertanian, Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kota Lhokseumawe. “Namun sejak empat hari terakhir alat berat tersebut diambil kembali untuk sementara waktu, sehingga proses pengangkutan sampah di TPA terkendala,” ungkap Ridwan.

Selain itu, kondisi TPA Alue Lim kini dalam keadaan becek setelah diguyur hujan beberapa hari terakhir, sehingga truk pengangkut sampah menumpuk di lokasi TPA. “Saat ini sampah yang diangkut dari masyakat masih di dalam truk belum bisa dibuang ke TPA, karena truk masih tersangkut,” tambah Ridwan.

Tumpukan sampah di Lhokseumawe Line1News Fajar1
Hingga Jumat sore, sampah-sampah tersebut belum diangkut petugas kebersihan. Foto: Line1.News/Fajar

Namun, saat ini alat berat untuk mengangkut sampah di TPA telah dipinjam kembali dari DKPP, sehingga proses bongkar muat sampah akan kembali normal. Setelah itu, pengangkutan sampah di seluruh wilayah Kota Lhokseumawe akan dilakukan seperti biasa pada Jumat malam. Jika tidak ada kendala, sebut Ridwan, biasanya proses pengangkutan sampah dilakukan setiap hari sejak pukul enam pagi.

Baca Juga: Pemko Lhokseumawe Bakal Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Terkait minimnya kontainer sampah yang dikeluhkan masyarakat, kata Ridwan, karena tidak ada desa yang mau menempatkan bak sampah tersebut. Sehingga, kontainer tersebut hanya bisa ditempatkan di beberap titik di pusat kota, seperti di Pasar Ikan Pusong, Pasar Keude Cunda, Meunasah Masjid, dan Kawasan Blang Rayeuk, dengan total 12 unit.

“DLH telah bekerja sama dengan TNI Polri dan perangkat gampong untuk penanganan sampah di daerah tersebut, sehingga masyarakat diharapkan tidak perlu lagi membuang sampah sembarangan apalagi di kawasan jalan protokol.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy