Meulaboh – Sungai Lek Lek di Gampong Lek Lek, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat, diduga tercemar air limbah pabrik kelapa sawit milik PT Betami Berkah Bersama yang beroperasi di Gampong Baro.
Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Barat, Azwir, mengatakan ia telah mendapatkan laporan warga terkait dugaan tersebut.
Warga melaporkan kepada Azwir, perusahaan diduga membuang limbah pabrik pada waktu tertentu saat lingkungan sekitar sepi.
“Seperti pada malam hari atau saat subuh. Pokoknya saat warga sedang tidak beraktivitas,” ujar Azwir dilansir dari Catat.co, Selasa, 31 Desember 2024.
Limbah tersebut dibuang dengan cara dialirkan dari parit perusahaan yang terkoneksi dengan Sungai Lek Lek. Warga menduga adanya pencemaran karena banyak ditemukan ikan yang mati ketika kondisi air sungai berubah pekat dalam waktu tertentu.
Namun, untuk memastikannya, kata Azwir, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Aceh Barat harus memeriksa dan menguji kualitas air Sungai Lek Lek.
“DLHK harus segera turun untuk memastikan keluhan masyarakat ini. Jangan sampai karena pencemaran limbah berisiko penyakit bagi masyarakat karena mengonsumsi biota air di sungai itu. Jadi jika terbukti perusahaan bisa dituntut pidana.”
Tanggapan Perusahaan
Kepala Tata Usaha PT Betami Berkah Bersama, Sarino, mengatakan perusahaan juga telah memperoleh laporan tersebut dan sedang meninjau kondisi Sungai Lek Lek guna memastikan informasi dugaan pencemaran.
“Ini saya memang lagi bersama masyarakat memastikan langsung ke lokasi apa betul demikian [tercemar limbah] karena selama ini kita ada kolam-kolam penampungan limbah,” ujar Sarino, Senin, 30 Desember 2024.
Secara pengelolaan, kata dia, perusahaan telah melakukan pengelolaan limbah secara aturan yang berlaku. Namun, menurutnya bisa saja terjadi kebocoran sehingga air limbah dari kolam penampungan pabrik mengalir ke Sungai Lek Lek.
“Kalau itu saya tidak bisa membantah atau membenarkan, bisa saja akibat bocor. jadi pada saat tertentu seperti malam hari atau saat hujan deras mengalir ke parit hingga sungai, inilah yang harus kami pastikan.”
Jika terbukti terjadi kebocoran hingga limbah mengalir ke sungai, kata dia, perusahaan akan segera memperbaiki kebocoran tersebut.
Terkait kompensasi jika memang nantinya terbukti tercemar, Sarino mengatakan ia akan membicarakan kembali dengan manajemen perusahaan.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy