Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan sebanyak 54 persen bahan bakar minyak (BBM) Indonesia diimpor dari Singapura.
“Ironi lagi yang memalukan, bangsa kita semua yang kita cintai ini 54 persen konsumsi minyak jadi kita impor. Impornya tahu dari mana? Dari Singapura,” ujar Bahlil di Hotel The Westin Jakarta, Kamis, dikutip Jumat, 31 Januari 2025, dari Detik.com.
Singapura, tambah Bahlil, negara yang tidak mempunyai ladang minyak seperti di Indonesia. Namun, Indonesia mengimpor BBM dari Singapura
“Jadi kita ini diimpor minyak oleh negara yang gak punya minyak. Dan harganya sama dengan harga minyak dari Middle East (Timur Tengah),” ujarnya.
Bahlil menyebutkan jumlah impor BBM Indonesia saat ini mencapai 1 juta barel per hari. Kondisi ini berbanding terbalik pada periode 1996-1997 ketika Indonesia mampu mengekspor minyak sebanyak 1 juta barel per hari.
Selain itu, lifting migas pada periode 1996-1997 sebanyak 1,6 juta barel per hari dengan konsumsi hanya 600 ribu barel per hari. Sementara pada 2024, lifting migas Indonesia hanya 600 ribu barel per hari.
“Jadi kita sekarang impor kita per hari itu 1 juta barel per hari. Jadi terbalik antara 96-97 dengan 2024. Makanya kemudian kita mulai berpikir kalau seperti ini bangsa kita ini apa memang tidak punya minyak?”
Bahlil menegaskan pentingnya kedaulatan energi dan hilirisasi sumber daya alam sebagai strategi memperkuat perekonomian nasional. Ia menekankan perlunya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi tantangan di sektor energi serta mengoptimalkan potensi sumber daya alam sebagai modal pembangunan.
Untuk mengurangi ketergantungan pada impor BBM, pemerintah berencana mengaktifkan kembali sekitar 6.000 sumur minyak yang kini tidak beroperasi. Dengan langkah ini, diharapkan dapat meningkatkan produksi minyak domestik dan mengurangi kebutuhan impor.
Selain itu, pemerintah juga mendorong konversi energi ke bahan bakar alternatif dan kendaraan listrik guna mengurangi ketergantungan pada impor minyak. Indonesia telah mencapai penggunaan biodiesel B40 dan berencana meningkatkan ke B50 pada 2026 serta B60 pada 2027.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat kedaulatan energi Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada impor BBM dari negara lain.
Adapun saat ini Bahlil menekankan tata kelola migas perlu diperbaiki melalui tiga konsep. Pertama sumur-sumur iddle harus terus dikerjakan. Kedua, mengoptimalkan sumur-sumur yang ada itu dengan pemanfaatan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR).
“Dan yang ketiga ada 300 sumur yang sudah selesai eksplorasi tapi belum di Plan of Development (PoD). Itu harus diselesaikan.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy