Puluhan hektare lahan persawahan di Gampong Cot Mee, Nisam, Aceh Utara, terendam banjir pada Minggu, 9 Maret 2025. Banjir berasal dari luapan air sungai setelah kawasan Nisam dan sekitarnya diguyur hujan deras pada Sabtu malam, sekira pukul 20.00 waktu Aceh.
Sebelumnya pada Minggu, 12 Januari 2025, ratusan hektare sawah di 11 desa dalam Kecamatan Nisam, terendam air akibat dangkalnya Krueng (Sungai) Nisam hingga Kuala Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara.
Hal itu diungkapkan Anggota DPR Aceh Muhammad Wali. “Saya sudah melihat langsung kondisi di lapangan, persawahan masyarakat petani di 11 gampong dalam Kecamatan Nisam terendam setelah hujan deras mengguyur kawasan itu,” ujar Wali saat itu.
Persoalan dangkalnya Krueng Nisam hingga Kuala Krueng Geukueh, kata dia, merupakan kewenangan Pemerintah Aceh. Sebab, sungai tersebut terbentang di dua kabupaten kota, dari Kecamatan Nisam di Aceh Utara melintasi Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, tembus ke Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.
Legislator asal Nisam itu berharap Pemerintah Aceh secepatnya bergerak pada tahun ini mengatasi permasalahan itu agar petani tidak terus merugi.[] Foto-foto: Line1.News/Yasir









Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy