Cerita Warga Reje Payung Aceh Tengah Bangun Kembali Jembatan Penghubung Asa

Warga Kampung Reje Payung gotong royong bangun jembatan apung
Puluhan warga Kampung Reje Payu dan Kampung Keramat Kecamatan Linge, Aceh Tengah, bergotong royong membangun kembali jembatan apung, Sabtu, 27 Juni 2026. Foto: Dok. Sertalia

Takengon, Line1News – Di atas hamparan material sisa banjir dan aliran sungai yang memisahkan kampung mereka dari dunia luar, puluhan warga Kampung Reje Payung dan Kampung Keramat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, kembali merapatkan barisan. Mengabaikan lelah, bapak-bapak hingga pemuda bahu-membahu menggelindingkan drum-drum biru, merakit kayu, dan mengikat tali jembatan apung darurat, Sabtu, 27 Juni 2026.

Bagi mereka, jembatan ini bukan sekadar susunan kayu dan drum plastik. Ini adalah satu-satunya urat nadi kehidupan, penyambung asa anak-anak untuk pergi sekolah, dan jalur utama warga mengais rezeki.

Keterisolasian sempat kembali menghantui mereka selama beberapa minggu terakhir. Jembatan apung yang sebelumnya dibangun relawan pascabanjir bandang akhir November 2025 lalu, rusak berat dihantam alam hingga tak lagi bisa diseberangi. Desa mereka pun kembali sunyi, terputus dari dunia luar.

Enggan berpangku tangan meratapi keadaan, warga memilih bergerak bersama. Lewat aksi swadaya dan ketukan pintu hati para donatur, terkumpullah dana sekitar Rp25 juta. Modal uang patungan dan semangat gotong royong inilah yang menjadi bahan bakar mereka untuk menyambung kembali akses yang terputus.

Reje (Kepala Desa) Kampung Reje Payung, Sejahtra, menatap haru warganya yang sedang bergotong royong di bawah terik matahari. Kepada Line1News, ia menceritakan betapa mendesaknya jembatan ini bagi denyut nadi desa.

“Jembatan ini satu-satunya akses masyarakat kami. Jika ini mati, aktivitas kami lumpuh. Hari ini, kami bersama warga kembali turun ke sungai, bergotong royong memperbaikinya agar anak-anak bisa sekolah dan warga bisa beraktivitas normal lagi,” ungkap Sejahtra dengan suara penuh harap.

Di balik peluh yang bercucuran, terselip rasa syukur yang mendalam di hati warga Linge. Keberhasilan membangun kembali jembatan ini tidak lepas dari tangan-tangan baik yang mengulurkan bantuan finansial.

“Atas nama pemerintah kampung dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada para donatur. Di saat kami kesulitan, bantuan Anda semua adalah berkah. Semoga kebaikan ini dicatat sebagai amal jariyah dan Allah SWT melimpahkan rezeki yang berlipat ganda,” ucap Sejahtra.

Kini, jembatan itu perlahan kembali membentang. Menghubungkan dua daratan, dan mengembalikan senyum warga yang sempat hilang ditelan banjir.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy