Lhokseumawe – Wakil Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Lhokseumawe, Asyraf Zaky, menekankan pentingnya langkah serius dari pemerintah mengatasi persoalan banjir di sejumlah lokasi di Kota Lhokseumawe setiap hujan deras mengguyur.
Teranyar, kata Asyraf Zaky, saat hujan deras sejak Senin sore sampai malam tadi, sejumlah kawasan di wilayah Lhokseumawe langsung terendam banjir. “Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian besar di sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” kata Asyraf dalam keterangannya kepada Line1.News, Selasa, 13 Mei 2025.
Pantauan Asyraf pada Senin malam tadi, banjir merendam badan Jalan Banda Aceh-Medan, Desa Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, sehingga menghambat para pengguna kendaraan yang melintasi kawasan itu.
Informasi diperoleh Asyraf, banjir juga menggenangi Lorong Tengah Desa Blang Pulo, Senin, pukul 18.50 kemarin. “Warga yang mau pergi salat Magrib jadi terhambat,” ungkapnya.
Menurut Asyraf, ketika hujan deras belum lama ini, banjir juga berdampak terhadap SDN 5 Muara Satu di Desa Padang Sakti. “Ruang kelas SD itu masuk air,” ucapnya.
Catatan Asyraf, sebelumnya banjir juga sering terjadi di sejumlah titik di Kecamatan Muara Dua, Blang Mangat, dan Banda Sakti setiap hujan deras. “Banyak rumah warga, fasilitas umum dan jalan lintas nasional tergenang air, bahkan beberapa sekolah terpaksa menghentikan kegiatan belajar-mengajar,” tuturnya.
Oleh karena itu, Asyraf menilai banjir di Lhokseumawe tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan biasa. “Perlu ada perbaikan sistem drainase, penataan lingkungan, serta upaya nyata untuk mencegah dampak yang lebih besar di masa depan,” tegasnya.
Asyraf turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan dan saluran pembuangan air guna mewujudkan lingkungan yang bersih.
Dia berharap Pemko Lhokseumawe segera mengambil langkah cepat dan merancang program jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir. “Mengingat Lhokseumawe memiliki peran strategis di bidang ekonomi dan pendidikan,” ujarnya.
“Banjir ini menjadi pengingat bahwa kerja sama seluruh pihak. pemerintah, swasta, komunitas, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan Lhokseumawe yang lebih siap menghadapi tantangan ke depan,” pungkas Asyraf Zaky.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy