Yogyakarta – Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haythar menggagas pendirian Museum Dirgantara di Aceh sebagai langkah pelestarian sejarah dan edukasi teknologi penerbangan bagi generasi muda.
Gagasan itu mencuat usai Malik melakukan kunjungan kerja ke Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala di Yogyakarta, Kamis, 26 Juni 2025.
Koleksi museum tersebut sangat lengkap. Mulai dari pesawat-pesawat masa perang dunia hingga pesawat tempur modern.
“Dengan adanya museum seperti ini di Aceh, anak-anak kita tidak perlu jauh-jauh ke Jawa untuk melihat dan mempelajari sejarah Dirgantara. Ini penting bagi pembangunan karakter dan wawasan generasi muda,” ujar Malik dikutip dari Antara, Sabtu, 28 Juni 2025.
Dia juga mengenang pengalaman masa kecilnya di Singapura, saat melihat pesawat Zero Fighter milik Jepang yang disembunyikan di dekat rumahnya. Hal itu memperkuat komitmennya untuk menghadirkan ruang edukasi Dirgantara di Aceh.
Terlebih lagi, kata Malik, Aceh memiliki catatan penting dalam sejarah penerbangan nasional yang perlu diangkat kembali sebagai bagian dari identitas keilmuan daerah.
Wali Nanggroe berharap TNI AU mendukung pendirian museum dirgantara di Aceh. Dia juga akan membicarakan wacana itu dengan Pemerintah Aceh.
“Pendirian museum Dirgantara di Aceh diharapkan menjadi simbol baru kemajuan pendidikan dan pelestarian budaya teknologi di Aceh.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy