Lhokseumawe – Bunda PAUD Kota Lhokseumawe, Yulinda, meluncurkan Program Inovasi Wajib Belajar 13 Tahun Anak Hebat (Wajah) di TK Negeri Pembina Banda Sakti dan SDN 1 Muara Dua, Kamis, 18 September 2025.
Melansir laman resmi Pemko Lhokseumawe, Sabtu (20/9), program ini inisiatif dari Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam pendidikan anak sejak usia dini.
Kegiatan di TK Negeri Pembina Banda Sakti dimulai dengan Senam Anak Indonesia Hebat, pemeriksaan kesehatan, pengecekan Makanan Bergizi Gratis (MBG), Sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun, 1 Tahun Pra-Sekolah, Sosialisasi PAUD Bermutu (Holistik Terintegrasi), Wajah Parenting Class untuk Ayah, Wajah Family Day-Anak dan Ayah, serta pembagian Kartu Identitas Anak (KIA).
Adapun di SDN 1 Muara Dua, kegiatan difokuskan pada Sosialisasi dan Pemeriksaan Gigi serta Mulut Anak, Sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun, 1 Tahun Pra-Sekolah, serta Lomba 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Bunda PAUD Lhokseumawe juga berdialog dengan para orang tua. Dia mendengarkan masukan, kebutuhan, dan tantangan yang dihadapi orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka belajar di rumah. Beberapa orang tua menyampaikan harapan agar program ini dapat membantu anak lebih disiplin, serta dukungan untuk adanya kegiatan parenting secara rutin.
Yulinda menegaskan program ini lahir sebagai upaya menghadirkan pendidikan yang lebih komprehensif sejak usia dini. “Melalui [program] Wajah, kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Lhokseumawe mendapatkan hak pendidikan sejak 1 tahun pra-sekolah. Dengan begitu, anak-anak memiliki kesiapan yang lebih baik saat memasuki jenjang pendidikan dasar,” ujarnya.
Dia juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua, khususnya ayah, dalam mendampingi tumbuh kembang anak. “Anak hebat lahir dari keluarga yang kompak. Karena itu, kami menghadirkan kelas parenting untuk ayah agar peran orang tua dalam mendidik anak bisa lebih seimbang dan menyenangkan,” tambah istri Wali Kota Sayuti Abubakar itu.
Literasi dan Digital
Yulinda juga membuka rangkaian kegiatan Wajah melalui Gerakan 1000 Cerita untuk Wajah dan Wajah Digital Corner, di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe, Kamis (18/9).
Program ini dirancang sebagai upaya memperkuat implementasi wajib belajar sejak usia dini, khususnya satu tahun pra-sekolah, dengan menggabungkan pendekatan literasi berbasis cerita dan pemanfaatan teknologi digital.
Yulinda berinteraksi langsung dengan anak-anak melalui dongeng dan cerita sarat pesan islami, sekaligus memanfaatkan media digital seperti tablet dan komputer. Metode ini diharapkan dapat mendekatkan anak-anak dengan dunia literasi, baik melalui buku maupun teknologi interaktif.
Tindak lanjut komitmen menumbuhkan budaya membaca, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pokja Bunda PAUD Lhokseumawe dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Lhokseumawe.
Kerja sama tersebut berfokus pada penguatan Gerakan Gemar Membaca untuk anak-anak dan masyarakat. “Membaca adalah jendela ilmu. Melalui Gerakan Wajah dan Digital Corner, kita ingin anak-anak Lhokseumawe tumbuh menjadi generasi cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi era digital,” ujar Yulinda.
Yulinda menegaskan pentingnya peran orang tua dalam mendukung gerakan ini. “Kebiasaan membaca harus dimulai dari rumah. Peran orang tua sangat penting untuk memberikan teladan, membacakan cerita, dan mengarahkan anak-anak agar terbiasa mencintai ilmu. Dengan dukungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, target wajib belajar 13 tahun bisa kita wujudkan bersama,” tambahnya.
Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Lhokseumawe, H. Misran Fuadi, menyampaikan dukungannya atas sinergi ini. “Kolaborasi dengan Bunda PAUD menjadi momentum penting untuk memperluas gerakan literasi di Kota Lhokseumawe. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang belajar yang inovatif dengan sentuhan digital”.
“Kami berkomitmen menghadirkan program yang mampu menjangkau anak-anak hingga ke gampong, agar budaya membaca benar-benar mengakar di masyarakat,” ujarnya.
Dia menambahkan dukungan dari berbagai pihak akan memperkuat terwujudnya visi wajib belajar 13 tahun di Kota Lhokseumawe. “Kami optimis, dengan langkah bersama ini, anak-anak kita akan tumbuh dengan kemampuan literasi yang kuat dan siap menjadi generasi emas di masa depan,” ucapnya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy