Cegah Penyebaran Influenza A, BPBD Banda Aceh Semprot Disinfektan di SMP 19 Percontohan

penyemprotan disinfektan
Petugas BPBD Banda Aceh menyemprotkan disinfektan di gedung asrama SMP Negeri 19 Kota Banda Aceh untuk mencegah penyebaran virus Influenza. Foto: IDN Times/Muhammad Saifullah

Banda Aceh – Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh menyemprotkan disinfektan di SMP Negeri 19 Percontohan Banda Aceh, di kawasan Lam Lagang, Jumat, 31 Oktober 2025.

Penyemprotan itu dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Influenza A. Petugas BPBD menyemprot disinfektan ke seluruh kamar putri maupun putra di sekolah tersebut.

Kepala SMP Negeri 19 Sukmawati mengatakan langkah antisipasi dini itu dilakukan untuk mencegah penyakit yang memiliki gejala demam, batuk, dan flu berkepanjangan tersebut.

“Ini murni langkah pencegahan, bukan karena ada kasus. Kalau ada kasus berarti orang tua pasti sudah heboh,” ujarnya dilansir IDN Times.

Sejauh ini, kata Sukmawati, tidak ada siswa yang terindikasi terjangkit Influenza A. Beberapa hanya mengalami demam ringan akibat perubahan cuaca dan segera pulih setelah beristirahat.

Sterilisasi difokuskan di area asrama karena ruang yang menjadi tempat menginap para siswa dihuni empat orang per kamar, sehingga lebih rawan terhadap penyebaran penyakit.

Sementara untuk ruang kelas, kata Sukmawati, selain karena ukurannya lebih besar juga belum ditemukan adanya gejala mencurigakan sehingga tidak perlu menyemprot disinfektan.

“Kebetulan akhir pekan ini siswa pulang ke rumah, jadi asrama kosong dan bisa disterilkan tanpa mengganggu aktivitas belajar.”

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Banda Aceh Ardi Asyadi mengatakan penyemprotan dilakukan berdasarkan permintaan resmi pihak sekolah dan hasil koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota.

“Ini langkah preventif untuk mencegah potensi penyebaran virus di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Ardi menambahkan, BPBD akan membantu sekolah lain yang mengajukan permintaan serupa. Meski stok disinfektan terbatas, pihaknya berkomitmen mendukung langkah pencegahan dini di seluruh fasilitas pendidikan.

Baca juga: ISPA dan Influenza A Meningkat di Banda Aceh, Ini Imbauan Dinas Kesehatan

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh Wahyudi menyebutkan sejak Agustus hingga September 2025 jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) meningkat. Dari 1.612 kasus pada Agustus menjadi 1.860 kasus pada September.

Peningkatan itu, kata dia, diikuti munculnya sejumlah kasus positif Influenza A.

“Sampai dengan 29 Oktober 2025, dari pemeriksaan 41 spesimen pasien dengan gejala Influenza Like Illness (ILI) di site sentinel ILI UPTD Puskesmas Banda Raya, ditemukan 14 kasus positif Influenza A dan 2 kasus positif Influenza B, sementara 25 kasus lainnya negatif,” ujar Wahyudi dikutip dari Laman Pemko Banda Aceh, Sabtu, 1 November 2025.

Sementara itu, beberapa pekan terakhir kasus influenza di Indonesia sempat menunjukkan peningkatan signifikan.

Data Kementerian Kesehatan mencatat jumlah pasien positif influenza pada pekan ke-40 melonjak hingga 55 persen per 9 Oktober 2025 dibandingkan bulan sebelumnya.

Meski demikian, angka jumlah pasien positif influenza kembali menurun menjadi 25 persen pada minggu ke-42. Sedangkan pada pekan ke-41 jumlah pasien 42 persen.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy