Geliat Pariwisata Aceh: Turis Malaysia Setia Berdatangan, Kamar Hotel Mulai Ramai

Wisatawan mancanegara saat berkunjung ke Aceh Maret 2026
Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh menjadi daya tarik wisatawan. Foto: Dok. Disbudpar Aceh

Banda Aceh, Line1News – Angin segar berembus bagi industri pariwisata Tanah Rencong. Sepanjang Mei 2026, wajah-wajah pelancong asing makin sering terlihat menikmati keindahan alam dan budaya Aceh. Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat adanya kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 2,21 persen dibanding bulan sebelumnya.

Pintu-pintu gerbang Aceh, mulai dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang hingga Pelabuhan Internasional Balohan di Sabang, sibuk menyambut kedatangan 3.148 wisatawan sepanjang bulan tersebut.

“Angka ini naik 2,21 persen dibandingkan April 2026,” ujar Pelaksana Harian (Plh.) Kepala BPS Aceh, Abdul Hakim, Kamis, 2 Juli 2026.

Meski begitu, Hakim mencatat tantangan tersendiri karena angka ini masih lebih rendah 21,67 persen jika disandingkan dengan periode Mei tahun lalu.

Jiran yang Selalu Rindu Aceh

Dari ribuan wisman yang datang, warga Malaysia terbukti menjadi pelancong yang paling setia. Kedekatan budaya, kelimpahan kuliner halal, dan pesona wisata religi tampaknya selalu sukses menarik minat warga Negeri Jiran untuk kembali.

Data BPS menunjukkan, dominasi turis Malaysia sangat mutlak dengan 2.339 kunjungan. Sementara itu, sisa bangku pesawat dan kapal ferry diisi oleh penjelajah internasional lainnya. Di antaranya, 52 warga Singapura, 34 turis Australia, hingga puluhan petualang dari Inggris, Prancis, Jerman, Amerika Serikat, dan Thailand yang penasaran dengan pesona ujung barat Sumatra ini.

Berkah Bagi Pemilik Penginapan dan Hotel

Ramainya kedatangan wisman ini langsung membawa berkah nyata bagi para pelaku usaha akomodasi lokal. Kamar-kamar hotel di Aceh kini lebih sering terisi, menghidupkan kembali senyum para pekerja perhotelan.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) untuk hotel berbintang melonjak menjadi 27,03 persen. Angka ini tumbuh positif, naik 2,68 persen poin dari April 2026, bahkan lebih baik 2,90 persen poin dibanding Mei tahun lalu.

Kabar baik ini juga menular ke penginapan kelas melati dan homestay. Hotel nonbintang mencatat keterisian sebesar 19,94 persen, alias tumbuh 0,50 persen poin dibanding bulan lalu.

Geliat kecil yang terus bertumbuh ini menjadi sinyal positif bahwa pariwisata Aceh perlahan tapi pasti terus memikat hati dunia, sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat lokal yang menggantungkan hidup dari sektor ini.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy