Perusahaan Milik Haji Isam Bantu Keruk Muara Penaga Tamiang Bersama Satgas Kuala

Proses normalisasi Muara Penaga, Aceh Tamiang
Proses normalisasi Muara Penaga, Aceh Tamiang. Foto: Foto: PT Jhonlin Marine Trans via Inilah.com

Karang Baru – PT Jhonlin Marine Trans, anak usaha Jhonlin Group, membantu proses pengerukan di Muara Peunaga, Aceh Tamiang, bersama Satgas Kuala yang dibentuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Tahap awal pengerjaan dimulai dengan penyesuaian teknis berupa uji coba pengerukan (dredging) pada Selasa, 10 Februari 2026.

“Jadi kami baru mulai coba hari ini. Lagi masih coba dredging-nya, ya. Lagi setting-setting juga,” ujar Komisaris PT Jhonlin Marine Trans Yusdar Umar dilansir Inilah.com.

Dia belum bisa memastikan sampai kapan proses normalisasi tersebut, karena masih dalam tahap awal pengoperasian alat dan pengamatan kondisi lapangan.

“Kami belum tahu, maksudnya bisa dapat sehari itu berapa meter, kami belum pasti. Mungkin kalau normal, bisa sehari jalan normal, baru bisa kita kasih info,” ujarnya.

Menurut Yusdar, estimasi produktivitas pengerukan baru dapat diketahui setelah alat dan pola kerja berjalan stabil selama beberapa hari.

“Biasanya, infonya seminggu udah berjalan normal, baru kelihatan,” jelasnya.

Baca juga: Satgas Kuala Mulai Keruk Muara Penaga Aceh Tamiang

Pengerukan tersebut direncanakan sepanjang lima kilometer dengan lebar alur sekira 70 meter, yang difokuskan pada area muara sungai.

“Nah, sepanjang 5 kilometer yang akan kita jalanin. Muaranya. 5 kilometer panjangnya, lebarnya tuh 70 meter.”

Jhonlin Group merupakan perusahaan milik pengusaha asal Kalimantan Selatan, Samsudin Andi Arsyad yang akrab disapa Haji Isam.

Sementara Satgas Kuala dipimpin Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. Unit khusus yang dibentuk 1 Januari 2026 ini bertugas membenahi pendangkalan sungai dan muara di wilayah terdampak akibat bencana Sumatra.

Satgas Kuala dibagi ke dalam dua gugus tugas utama: pendalaman Kuala Tamiang dan normalisasi kuala. Selain pengerukan sungai, satgas ini disebut ikut membenahi pengelolaan air bersih.

Selain personel TNI, Satgas Kuala juga melibatkan pihak swasta yakni Jhonlin Group yang bertindak sebagai unsur profesional.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy