Mengganti Almarhum Ayah

Haji Termuda Aceh, Faruq Ingin Doakan Ayah dan Raih Cita-cita Jadi Ulama

Muhammad Alfaruq Addawami bersama ibunya Nurhayati
JEMAAH TERMUDA: Muhammad Alfaruq Addawami (16) bersama ibunya, Nurhayati, saat mengukuti prosesi pelepasan di Asrama Haji Kelas I Aceh. Remaja asal Bener Meriah yang bercita-cita menjadi ulama ini merupakan jemaah termuda dari Embarkasi Banda Aceh kloter BTJ-14, menggantikan posisi almarhum ayahnya yang wafat pada 2021. Foto: Fakhrurrazi/Line1News

Banda Aceh, Line1News – Langkah kaki Muhammad Alfaruq Addawami terasa begitu ringan namun penuh makna saat memasuki Asrama Haji Kelas I Aceh. Remaja berusia 16 tahun ini tak pernah menyangka, di usianya yang masih sangat muda, ia justru terpilih menjadi salah satu tamu Allah yang akan menginjakkan kaki di Tanah Suci.

Faruq, begitu ia akrab disapa, tercatat sebagai jemaah haji termuda dari Embarkasi Banda Aceh tahun ini. Di balik status istimewanya itu, ada kisah haru yang ia bawa. Keberangkatannya ke baitullah adalah untuk menggantikan posisi sang ayah yang telah berpulang ke Rahmatullah pada tahun 2021 silam.

“Saya senang sekali [jadi haji termuda], enggak pernah terpikir,” kata santri Dayah Darul Khairat Bireuen ini kepada Line1News, di Asrama Haji Kelas I Aceh, Selasa, 19 Mei 2026.

Faruq tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTJ-14, kloter pamungkas dari Embarkasi Banda Aceh. Ia mendampingi ibunya, Nurhayati, bersama rombongan jemaah lain dari berbagai wilayah di Aceh.

Faruq dan ibunya, Nurhayati, berasal dari Desa Pante Raya, Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah. Mereka akan berangkat bersama jemaah dari Banda Aceh, Aceh Besar, Nagan Raya, Aceh Jaya, Aceh Singkil, dan Langsa.

Sebuah Doa untuk Ayah dan Mimpi Menjadi Pelita Umat

[Petugas Asrama Haji Kelas I Aceh melakukan verifikasi identitas Muhammad Alfaruq Addawami sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci. Foto: Fakhrurrazi/Line1News]

Tidak ada persiapan fisik yang berlebihan dari remaja asal Desa Pante Raya, Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah ini. Ia hanya fokus mengikuti manasik dan pemantapan ibadah. Namun, di dalam hatinya, Faruq sudah menggenggam erat satu proposal doa yang paling utama.

“Saya ingin doakan ayah di sana [Tanah Suci]. Semoga amalnya diterima, kuburnya diluaskan, dan ayah masuk surga,” ujar Faruq.

Selain rindu pada sang ayah, Tanah Suci juga akan menjadi saksi dari gantungnya cita-cita tinggi seorang anak muda. Faruq menyimpan mimpi besar untuk menjadi seorang mubalig. Ia ingin mendedikasikan hidupnya di jalan dakwah.

“Cita-cita saya ingin menjadi seorang ulama,” tegasnya mantap.

Keikhlasan Keluarga dan Penantian 14 Tahun Sang Ibu

Di balik keberangkatan Faruq, ada kebesaran hati sebuah keluarga. Sang ibu, Nurhayati, menceritakan bahwa keputusan membawa putra satu-satunya ini diambil lewat musyawarah yang penuh linangan air mata bersama ketiga anak lainnya.

“Jadi, kami sudah sepakat dan saya tanya dulu kepada kakaknya, ikhlas tidak kalau adiknya yang berangkat. Kemudian adiknya juga saya tanya, kalau misalnya abang yang berangkat bagaimana, dan mereka semua menyerahkan kepada saya,” tutur Nurhayati mengenang momen tersebut. Dua anak tertuanya kebetulan sudah terdaftar dan tinggal menunggu giliran berangkat di tahun-tahun mendatang.

Bagi Nurhayati, perjalanan ini adalah penantian panjang selama 14 tahun sejak ia mendaftar pada 2012 silam. Meski ada ruang sepi di hatinya karena harus berangkat tanpa sang suami, Nurhayati bersyukur Allah menitipkan Faruq untuk menggandeng tangannya di sana.

“Saya berharap dia menjadi pemimpin yang saleh, punya ilmu bermanfaat, dan sepulang haji bisa semakin bersyukur kepada Allah,” harap Nurhayati penuh haru. Ia ingin perjalanan spiritual ini menjadi bahan bakar bagi Faruq untuk semakin giat menuntut ilmu agama.

Kini, ibu dan anak itu siap melangkah bersama. Menjemput berkah di Tanah Suci, membawa rindu untuk sang ayah, dan menjemput masa depan Faruq sebagai calon ulama masa depan Aceh.[]

Baca Juga: Kekuatan Cinta Tukang Ikan Keliling: Mengayuh Sepeda Sejak 1980, Amin Teunom Akhirnya Berhaji Bersama Istri

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy