Korea Selatan Bungkam Ceko, tapi Kenapa Tribun Piala Dunia Sepi Penonton?

laga Korsel vs Ceko kursi kosong
Pemandangan kursi kosong di tribun Stadion Akron, Guadalajara, saat laga Korea Selatan vs Republik Ceko pada fase grup Piala Dunia 2026. Foto: Paul Childs/Reuters

Guadalajara – Tribun penonton di Stadion Akron, Guadalajara, Meksiko, tampak lowong di banyak sudut saat Korea Selatan bangkit dari ketertinggalan untuk menumbangkan Republik Ceko 2-1 pada laga kedua Piala Dunia, Jumat, 12 Juni 2026.

Melansir The Athletic, keluhan soal harga tiket mencekik, biaya perjalanan selangit, dan drama pengurusan visa menjadi rapor merah dalam persiapan turnamen yang digelar di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat ini. Di salah satu stadion terkecil dari 16 venue yang ada, ribuan kursi justru tampak tak berpenghuni.

Dalam laga tersebut, Son Heung-min sempat mendapatkan peluang emas di babak pertama yang berjalan hambar. Sayang, tembakannya melebar dari luar kotak penalti. Bintang Tottenham itu juga gagal mengeksekusi peluang matang tepat sebelum turun minum akibat salah langkah.

Korea Selatan sejatinya mendominasi babak pertama. Sialnya, justru Republik Ceko yang mencuri gol lebih dulu melalui sundulan terarah Ladislav Krejci memanfaatkan umpan lemparan ke dalam pada menit ke-59—yang juga menjadi tembakan tepat sasaran pertama mereka.

Delapan menit berselang, keadaan kembali berimbang. Hwang In-beom dengan cerdik mencungkil bola melewati kiper Matej Kovar yang telanjur maju. Keajaiban comeback Taeguk Warriors akhirnya dikunci oleh Oh Hyeon-gyu pada menit ke-86.

Jurnalis The Athletic, Jacob Whitehead, merangkum poin-poin penting dari pertandingan tersebut:

Kenapa Stadion Bisa Sepi?

“Sampai hari ini, kami sudah menjual lebih dari enam juta tiket,” klaim Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam konferensi pers sebelum turnamen pada hari Rabu. “Permintaannya belum pernah terjadi sebelumnya, melonjak hingga 10 kali lipat.”

Sialnya, klaim tersebut seolah tidak berlaku di Guadalajara. Hamparan kursi kosong terlihat jelas di Stadion Akron yang terletak di pinggiran barat kota tersebut. Kursi kosong paling mencolok berada di area VIP pinggir lapangan di tengah tribun timur, meski bercak merah kursi kosong juga tersebar di area lain. Totalnya ditaksir mencapai ribuan kursi kosong.

Harga tiket untuk tribun bawah dibanderol seharga $500 (sekitar Rp8,1 juta), sementara posisi pinggir lapangan di bagian atas stadion dihargai $400 (sekitar Rp6,5 juta). Banyaknya kursi kosong disinyalir berada di area hospitality (VIP premium) yang harganya menembus $5,000 (sekitar Rp81 juta) jika dibeli penonton biasa, bukan tiket gratisan dari sponsor korporat.

Laga ini menjadi ujian nyata pertama bagi strategi harga tiket selangit FIFA. Laga pembuka Meksiko di Stadion Azteca jelas pasti laku keras. Sebaliknya, laga Korea Selatan vs Republik Ceko mempertemukan tim peringkat 25 dan 37 dunia, serta digelar di salah satu kota tuan rumah dengan tingkat ekonomi paling rendah.

Suporter Meksiko—yang ikonik dengan jersei hijau mereka—tetap mendominasi tribun bersama sejumlah fans Korea Selatan. Di sisi lain, hampir tidak ada fans Ceko yang datang. Republik Ceko baru memastikan tiket lolos pada Maret lalu lewat jalur menit-menit akhir, dan skuad mereka harus menghadapi jadwal perjalanan yang sangat melelahkan. Ceko menjadi tim ketiga yang harus menempuh jarak terjauh sepanjang fase grup.

FIFA merilis angka kehadiran resmi sebanyak 44.985 penonton. Kapasitas resmi Stadion Akron untuk turnamen ini adalah 45.664 kursi, menjadikannya venue terkecil kedua di Piala Dunia setelah Toronto.

Angka itu mengisyaratkan hanya ada 700 tiket yang tidak terjual—sebuah klaim yang jelas kontras dengan pemandangan lautan kursi kosong di lapangan. Ketika The Athletic mempertanyakan apakah angka tersebut dihitung berdasarkan tiket terjual atau jumlah penonton yang benar-benar masuk stadion, juru bicara FIFA bungkam dan hanya menjawab bahwa mereka hanya bisa “merujuk pada angka kehadiran resmi.”

Apakah Korea Selatan Lebih Baik Tanpa Son?

Korsel Ngamuk dan Bangkit, meski Son Buang-buang Peluang

Dalam banyak hal, turnamen ini diprediksi menjadi panggung dansa terakhir Son Heung-min di level tertinggi. Legenda Tottenham Hotspur ini sedang meredup di MLS bersama LAFC dan belum mencetak satu gol pun sepanjang musim ini.

Namun, penyerang satu ini selalu punya magis di momen krusial—ingat saja pembantaian di Liga Champions 2018-19, atau kepemimpinan karismatiknya di Asian Games 2018 yang menyelamatkannya dari wajib militer. Publik berharap Piala Dunia kali ini akan memunculkan satu lagi momen magis dari pemain berusia 33 tahun tersebut.

Peluang itu sebenarnya datang berkali-kali.

Di babak pertama, tendangan melengkung kaki kirinya dari jarak 20 meter meleset tipis. Tanpa kawalan ketat, Son harusnya bisa mengarahkan bola ke pojok gawang. Lalu, sesaat sebelum babak pertama usai, ia melakukan trik stepover dan mengoper bola ke sisi kiri, namun gagal menyambut bola umpan balik dengan sempurna.

Kegagalan paling fatal terjadi di awal babak kedua saat ia gagal mencungkil bola melewati kiper Ceko, Kovar. Singkatnya, insting membunuh yang ia miliki selama satu dekade di London Utara tampaknya mulai terkikis usia.

Rentetan peluang yang terbuang itu memberi angin segar bagi Republik Ceko, yang langsung menghukum Korsel lewat sundulan tajam Krejci memanfaatkan lemparan ke dalam jarak jauh Vladimir Coufal.

Hasil itu langsung memberikan tekanan besar bagi skuad Korea Selatan. Pasalnya, tim besutan mereka sempat dihujani kritik tajam dari publik sendiri setelah dibantai Pantai Gading 4-0 pada laga persahabatan bulan Maret lalu, padahal mereka dibebankan target minimal lolos ke fase gugur.

Kondisi fisik gelandang Feyenoord, Hwang In-beom, sempat menjadi sorotan tajam sebelum laga. Namun, ia akhirnya berhasil menjawab keraguan tersebut dengan mencetak gol penyeimbang yang memang layak didapatkan Korsel setelah mendominasi permainan. Lewat sebuah pergerakan memutar yang cerdik, ia sukses mengelabui Kovar dengan tendangan cungkil—sebuah penyelesaian akhir sempurna yang gagal dieksekusi oleh Son di awal pertandingan.

Gol kemenangan yang dicetak Oh Hyeon-gyu 20 menit berselang memang terkesan lebih berantakan karena bola sempat memantul mengenai Kovar akibat sontekan ujung kakinya. Meski begitu, gol tersebut lahir dari sebuah penetrasi langsung menusuk ke jantung pertahanan—sesuatu yang gagal diperlihatkan oleh Son sepanjang laga. Kendati demikian, patut digarisbawahi bahwa Son bukan satu-satunya pemain yang tampil mengecewakan dalam pertandingan ini.

Bagaimana Peta Persaingan di Grup A Sekarang?

Menyusul kemenangan 2-0 Meksiko atas Afrika Selatan di Mexico City beberapa jam sebelumnya, hasil positif Korea Selatan ini membuat dua tim unggulan di Grup A sukses memulai kampanye mereka dengan mulus. Prediksi ini sejalan dengan mayoritas partisipan game tebak skor The Athletic, di mana 51 persen menjagokan kemenangan Korea Selatan sebelum laga, dan hanya 16 persen yang memilih kemenangan Ceko.

Besar kemungkinan, Meksiko dan Korea Selatan kini hanya butuh satu kemenangan lagi untuk mengunci tiket ke babak gugur. Di sisi lain, Republik Ceko wajib menumbangkan Afrika Selatan di laga berikutnya sebelum mencoba mencuri poin dari sang tuan rumah Meksiko pada laga pamungkas demi menjaga asa lolos.[]

Baca Juga: Pesta Pembukaan Sempurna El Tri: Bungkam Afrika Selatan, Gol Haru Jiménez untuk Mendiang Ayah!

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy