Kota Meksiko – Piala Dunia 2026 resmi dimulai dengan gemuruh luar biasa! Bermain di depan publik sendiri di Estadio Azteca yang magis, Jumat, 12 Juni 2026 dini hari WIB, Timnas Meksiko sukses membungkus kemenangan meyakinkan 2-0 atas Afrika Selatan pada laga pembuka. Dua gol kemenangan dicetak oleh Julián Quiñones dan sang striker veteran, Raúl Jiménez.
Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin biasa. Dilansir dari media olahraga ternama Meksiko, Record, berikut rangkuman drama besar, rapor pemain, hingga kegilaan suporter yang mewarnai laga bersejarah ini!
Rapor Pemain: Quiñones Menggila, Lini Tengah Solid, Montes Bikin Noda
Pelatih Javier Aguirre patut tersenyum melihat determinasi anak asuhnya, meski ada beberapa catatan merah. Berikut adalah evaluasi performa El Tri (Skala 1-10):
* Julián Quiñones (9.0) – Man of the Match! Tampil fenomenal. Mencetak gol pertama Piala Dunia 2026, satu peluangnya membentur tiang, dan menginisiasi gol kedua. Ia rajin menusuk ke tengah dan membuka ruang bagi lini belakang.
* Raúl Jiménez (8.5): Di luar gol sundulannya yang indah, pergerakannya sangat taktis dalam menarik bek lawan dan membuka ruang bagi rekan-rekannya.
* Erik Lira & Brian Gutiérrez (8.0): Duet maut! Lira membawa energi spartan dari Cruz Azul ke timnas lewat tekanan tingginya yang memicu gol pertama. Sementara Gutiérrez cerdas bergerak di antara lini, bahkan memaksa bek Afrika Selatan mendapat kartu merah. Tempatnya di laga kontra Korea Selatan tampaknya sudah aman.
* Roberto Alvarado (8.0): Menampilkan sihirnya di panggung terbesar. Memberi assist manja untuk gol Jiménez dan mengirim umpan terobosan kunci.
* Israel Reyes, Johan Vásquez, Jesús Gallardo (7.5): Trio lini belakang yang tampil sangat disiplin dan solid. Vásquez bahkan dipuji karena ketenangan mentalnya.
* Álvaro Fidalgo (7.0): Menunjukkan beberapa kilasan trik, namun masih menjadi yang paling lemah di lini tengah. Posisinya terancam digantikan oleh talenta muda, Gil Mora.
* Raúl Rangel (6.5): Melakukan dua blunder mendasar akibat keraguan. Melawan tim yang lebih klinis, kesalahannya di babak pertama bisa berujung gol bunuh diri.
* César Montes (5.0): Noda terbesar malam ini. Kartu merah yang sangat tidak perlu akibat hilangnya konsentrasi karena terlalu percaya diri saat Meksiko sudah unggul jumlah pemain.
* Pemain Pengganti (7.0): Laga melambat setelah Afrika Selatan mendapat kartu merah kedua. Gilberto Mota menjadi pemain pengganti yang paling menonjol.
Janji Suci Raúl Jiménez: Mengulang Melodi Haru Piala Dunia 1986

[DEDIKASI DARI HATI UNTUK SANG AYAH: Raúl Jiménez saat merayakan golnya di Estadio Azteca. Gol sundulannya ke gawang Afrika Selatan bukan sekadar angka di papan skor, melainkan sebuah pelunasan janji suci kepada mendiang ayahnya yang wafat Maret lalu. Foto: Mexspor]
Di balik gemuruh gol kedua Meksiko pada menit ke-67, terselip sebuah kisah yang menyayat hati. Usai menanduk bola ke gawang Afrika Selatan, Raúl Jiménez tidak melakukan selebrasi gila. Ia berdiri, mengangkat kedua tangannya, dan menatap tajam ke langit dengan mata berkaca-kaca.
Itu adalah momen pemenuhan janji suci. Pada 11 Maret 2026 lalu, sang ayah, Raúl Jiménez Vega, wafat pada usia 62 tahun akibat kanker pankreas. Sebelum sang ayah pergi, Jiménez sempat berjanji akan mencetak gol di Piala Dunia dan mendedikasikannya khusus untuk beliau. Tiga bulan kemudian, di panggung termegah bumi, janji itu lunas dibayar tuntas.
Menariknya, takdir seolah mengulang tragedi 40 tahun silam. Kisah Jiménez ini sangat mirip dengan tragedi dan motivasi Fernando Quirarte di Piala Dunia Meksiko 1986. Pada 3 Juni 1986 di stadion yang sama (Estadio Azteca), Quirarte juga mencetak gol sundulan ke gawang Belgia. Ia berlari sambil menangis dan menunjuk ke langit demi menghormati ayahnya yang baru saja meninggal dunia menjelang turnamen. Quirarte mengubah rasa duka menjadi bahan bakar motivasi, persis seperti apa yang dilakukan Raúl Jiménez hari ini.
Badai Tak Mampu Bendung Kegilaan Suporter di El Ángel
Kemenangan ini langsung memicu euforia gila di penjuru negeri. Begitu peluit panjang berbunyi, ribuan suporter langsung tumpah ruah memadati monumen ikonik Ángel de la Independencia dan Alun-alun Zócalo di Kota Meksiko.
Bahkan, badai angin kencang dan hujan deras yang mengguyur ibu kota sama sekali tidak menurunkan tensi kegembiraan. Alih-alih pulang berlindung, sebagian suporter justru memanfaatkan aspal jalanan Paseo de la Reforma yang basah untuk bermain sepak bola dadakan di tengah genangan air raksasa!
Ketika hujan mulai mereda, suasana kembali membara. Nyanyian abadi “Cielito Lindo” menggema memecah malam, lengkap dengan koreo dan yel-yel untuk El Tri.
Wajar jika publik Meksiko merayakannya bagaikan sudah juara. Sebab, ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Meksiko berhasil memenangkan pertandingan pembuka Piala Dunia, setelah dalam tujuh laga pembuka di edisi-edisi sebelumnya mereka hanya bisa meraih hasil imbang atau kalah.
Viva México! Langkah awal menuju mimpi besar telah dimulai dengan sempurna dan penuh emosi.
Bagaimana pendapatmu tentang performa El Tri hari ini? Apakah Raúl Jiménez dkk mampu menjaga konsistensi saat bersua Korea Selatan nanti?[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy