Banda Aceh, Line1News – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh melaporkan adanya kenaikan harga barang dan jasa pada pertengahan tahun ini. Bumi Serambi Mekkah mencatatkan inflasi bulanan sebesar 0,56 persen pada Juni 2026 jika dibandingkan dengan Mei 2026.
“Pada bulan Juni 2026, Aceh mengalami inflasi sebesar 0,56 persen [secara month-to-month],” ujar Pelaksana Harian (Plh.) Kepala BPS Aceh, Abdul Hakim, dalam konferensi pers virtual, Rabu, 1 Juli 2026.
Sektor Transportasi Jadi Pemicu Utama
Kenaikan biaya hidup di Aceh bulan ini didorong kuat oleh sektor mobilitas warga. Kelompok pengeluaran transportasi mencatatkan lonjakan harga yang cukup signifikan.
* Inflasi Transportasi: Mencapai 2,75 persen.
* Andil Inflasi: Menyumbang 0,27 persen terhadap total inflasi Aceh.
Daftar Komoditas yang Naik dan Turun Harga
Pergerakan harga komoditas di pasar domestik Aceh bergerak variatif sepanjang Juni 2026. Berikut adalah rinciannya:
Komoditas Pemicu Inflasi (Harga Naik):
* Bensin
* Cabai merah
* Bawang merah
* Ikan dencis
* Beras
Komoditas Penahan Inflasi (Harga Turun/Deflasi):
* Tomat
* Ikan bandeng/ikan bolu
* Udang basah
* Telur ayam ras
* Daging ayam ras
Inflasi Tahunan Tembus 5,48 Persen
Jika menarik garis ke belakang secara tahunan (year-on-year), harga barang dan jasa di Aceh secara umum melonjak rata-rata 5,48 persen dibandingkan Juni tahun lalu.
Sektor makanan, minuman, dan tembakau menjadi motor utama pembengkakan biaya hidup tahunan dengan andil sebesar 2,95 persen.
Secara tahunan, isi dompet warga Aceh paling banyak terkuras oleh kenaikan harga nasi dengan lauk, emas perhiasan, beras, cabai merah, dan bensin.
Sebaliknya, beberapa pengeluaran justru tercatat lebih murah dibanding tahun lalu, seperti tarif air minum PAM, baju muslim wanita, tarif SMA/SMP, dan ikan biji nangka.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy