Impor Aceh Mei 2026 Melonjak 112 Persen, Lonjakan Gas AS Picu Defisit Neraca Perdagangan

ilustrasi impor ekspor
Ilustrasi impor. Foto: Andy Li/Unsplash

Banda Aceh, Line1News – Neraca perdagangan luar negeri Aceh harus rela rapornya memerah pada periode Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lonjakan tajam pada angka impor Bumi Serambi Mekkah yang menembus angka 104,80 juta USD.

“Angka ini mengalami kenaikan sebesar 112,78 persen, dibandingkan impor bulan April 2026,” kata Pelaksana Harian (Plh.) Kepala BPS Aceh, Abdul Hakim, Rabu, 1 Juli 2026.

Menurut Hakim, nilai tersebut juga mengalami kenaikan sebesar 75,85 persen jika dibandingkan dengan kondisi Mei tahun lalu.

Gas Propana Amerika Serikat Dominasi Belanja Daerah

Melonjaknya angka impor ini dipicu oleh ketergantungan yang tinggi pada pasokan energi gas dari luar negeri. Berdasarkan data BPS, Amerika Serikat menjadi negara asal impor terbesar dengan nilai transaksi fantastis mencapai 84,30 juta USD. Komoditas utama yang dipasok dari Negeri Paman Sam tersebut adalah gas propana dan butana.

“Secara keseluruhan, komoditas terbesar yang diimpor adalah gas propana/butana. Nilainya setara dengan 80,44 persen dari total seluruh nilai impor Aceh,” jelas Hakim merincikan dominasi sektor energi tersebut.

Selain Amerika Serikat, posisi kedua negara pemasok terbesar diduduki oleh Tiongkok dengan nilai 14,43 juta USD. Produk yang didatangkan dari Negeri Tirai Bambu ini didominasi oleh bahan kimia anorganik serta pupuk untuk sektor pertanian dan industri. Sementara itu, India berada di urutan ketiga dengan nilai impor sebesar 3,04 juta USD yang juga berupa bahan kimia anorganik.

Neraca Perdagangan Aceh Alami Defisit Mendalam

Akibat belanja impor yang jauh lebih besar ketimbang pendapatan ekspor, neraca perdagangan luar negeri Aceh pada Mei 2026 terpaksa menelan pil pahit dengan catatan defisit sebesar 51,92 juta USD.

Catatan minor ini menjadi alarm tersendiri bagi stabilitas ekonomi daerah. Hakim menambahkan, tren defisit ini bukan kali pertama terjadi dalam setahun terakhir.

“Dari grafik historis terlihat bahwa selama periode Mei 2025 hingga Mei 2026, neraca perdagangan luar negeri kita sempat mengalami defisit di tiga momen, yaitu pada Mei 2025, Oktober 2025, dan yang terbaru di Mei 2026 ini,” pungkas Hakim.[]

Baca Juga: Geliat Ekspor Aceh Mei 2026: Batu Bara dan Kopi Gayo Masih Jadi Napas Ekonomi

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy