Buka Uji Kompetensi 20 Pejabat Pemkab Aceh Tengah, Ini Kata Bupati Haili Yoga

Bupati Haili Yoga buka uji kompetensi JPT Pratama
Bupati Haili Yoga saat membuka uji kompetensi JPT Pratama di lingkungan Pemkab Aceh Tengah Tahun 2026 di Grand Bayu Hill Hotel, Senin, 6 Juli 2026. Foto: Roni/Line1News

Takengon, Line1News – Bukan sekadar formalitas di atas kertas, sebuah langkah penting untuk menghadirkan pelayan publik yang tulus dan berkompeten tengah berjalan di Dataran Tinggi Gayo. Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menggelar Uji Kompetensi (Job Fit) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di Grand Bayu Hill Hotel, Senin, 6 Juli 2026.

Sebanyak 20 pejabat utama daerah berkumpul untuk menyelaraskan kembali kemampuan, rekam jejak, dan hati mereka dalam memimpin instansi masing-masing. Selama satu hari penuh, para kepala dinas dan badan ini diuji lewat rekam jejak, penulisan makalah, hingga wawancara mendalam.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh Tengah, Ruslan Ramadhan, menjelaskan langkah ini merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN. Tujuannya satu: menggali potensi terbaik dari setiap abdi negara.

Demi menjaga objektivitas, tim penguji pun dihadirkan dari berbagai latar belakang, mulai dari birokrat senior hingga akademisi. Mereka adalah Kepala Badan Kepegawaian Aceh (BKA) Abdul Kohar, Rektor IAIN Takengon Profesor Doktor Riwan Nurdin, Inspektur Aceh Abdullah, serta Armansyah, dan Nasri Lisma.

Ketua Panitia Seleksi, Abdul Kohar, menyebut momen ini sebagai panggung bagi para pejabat untuk membuktikan dedikasi mereka.

“Melalui uji kompetensi ini, setiap peserta memiliki kesempatan menunjukkan talenta, kompetensi, pengalaman, dan kapasitas yang dimiliki. Kami berharap seluruh peserta mengikuti setiap tahapan sesuai mekanisme sehingga pelaksanaan uji kompetensi berjalan dengan baik,” harapnya, merujuk pada Permen PANRB Nomor 15 Tahun 2019.

Menaruh Kepentingan Rakyat di Atas Politik

Saat membuka acara, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menegaskan bahwa uji kompetensi ini bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen untuk memastikan pejabat yang menduduki jabatan benar-benar memiliki kompetensi, kinerja, dan integritas yang dibutuhkan organisasi.

Job fit ini bertujuan mengukur secara objektif kesesuaian antara kompetensi yang saudara miliki dengan jabatan yang sedang diemban, sekaligus mengevaluasi kinerja dan capaian target organisasi selama ini,” kata Haili Yoga didampingi Wakil Bupati Muchsin Hasan.

Haili Yoga menekankan bahwa loyalitas kepada organisasi dan pimpinan merupakan bagian penting dalam membangun birokrasi yang profesional. Menurutnya, penempatan maupun perpindahan jabatan harus didasarkan pada kinerja, bukan kepentingan politik.

“Saya ingin setiap keputusan penempatan jabatan dilakukan secara objektif berdasarkan kinerja, bukan karena pertimbangan politik. Komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah adalah membangun birokrasi yang profesional dengan mengedepankan kinerja dan loyalitas,” tegasnya.

Haili Yoga juga menyampaikan bahwa per 1 Juli 2026 Pemkab Aceh Tengah telah menerapkan penguatan sistem manajemen berbasis kinerja yang terintegrasi dengan loyalitas sebagai fondasi manajemen talenta ASN.

“Ke depan, manajemen talenta akan berbasis kinerja. Uji kompetensi ini menjadi salah satu instrumen untuk memilih pejabat yang benar-benar mampu bekerja, memberikan hasil, serta mendukung pencapaian visi dan misi pemerintah daerah,” ungkapnya.

Di akhir arahannya, Haili Yoga mengingatkan seluruh ASN untuk menjaga etika, integritas, dan soliditas organisasi. Ia berharap agar tidak ada lagi perilaku yang mencederai birokrasi, termasuk menyebarkan fitnah terhadap pimpinan maupun tindakan yang dapat mengganggu tata kelola pemerintahan.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy