Berdamai dengan Masa Lalu, Himapsi Unimal Ajak Peserta Refleksi Diri Lewat Muhasabah Muharram

Himapsi Kelas Psikologi Muhasabah Muharram
Himpunan Mahasiswa Psikologi (Himapsi) Unimal menggelar Psychospiritual Class 2.0 secara daring via Zoom pada Minggu, 12 Juli 2026. Foto: Himapsi

Lhokseumawe, Line1News – Momen tahun baru Islam atau bulan Muharram sering kali menjadi waktu yang tepat untuk menengok kembali perjalanan hidup. Sadar akan pentingnya momen refleksi ini, Himpunan Mahasiswa Psikologi (Himapsi) Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar Psychospiritual Class 2.0 bertajuk “Muhasabah Muharram: Berdamai dengan Masa Lalu, Menyambut Masa Depan”.

Acara yang diinisiasi oleh Departemen Kerohanian Himapsi Periode 2026/2027 ini dilaksanakan secara daring via Zoom pada Minggu, 12 Juli 2026. Menariknya, selain menjadi program kerja organisasi, kegiatan ini juga dirancang untuk mendukung implementasi praktis dari Mata Kuliah Parenting bagi mahasiswa dan masyarakat umum.

Ketua Panitia, Wibbyka Andine Saragih, bersama delapan anggota timnya sukses mengemas acara ini menjadi ruang diskusi yang hangat. Jalannya acara dipandu apik oleh Mita Maimunnah sebagai Master of Ceremony (MC).

Hadir pula memberikan dukungan penuh jajaran pimpinan prodi, di antaranya Pembina Himapsi Muhammad Fikri Jaka Pratama, S.Psi., M.Psi., Sekretaris Jurusan Psikologi Dwi Iramadhani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, serta Ketua Prodi Psikologi Yulia Nanda Safitri, S.Psi., M.Psi.

Lima Langkah Nyata Menuju Kedamaian Diri

Himapsi Unimal menghadirkan Nur Aynun, S.Psi., sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Nur Aynun menekankan bahwa ketenangan hidup bermula dari bagaimana seseorang menyikapi lembaran cerita lamanya.

“Kalau ingin hidup tenang, kita harus belajar untuk berdamai dengan masa lalu,” ungkap Nur Aynun di hadapan peserta.

Ia meluruskan miskonsepsi bahwa berdamai bukan berarti melupakan apa yang sudah terjadi. Sebaliknya, proses tersebut adalah bentuk penerimaan diri, seni memaafkan, dan keberanian mengambil pelajaran agar bisa bertumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh sekaligus mempererat kedekatan spiritual dengan Allah Swt.

Lebih lanjut, Nur Aynun membagikan “Lima Langkah Berdamai” yang bisa dipraktikkan secara nyata oleh peserta dalam kehidupan sehari-hari:

1. Mengakui Semua Luka: Jujur pada diri sendiri atas rasa sakit yang pernah dialami.

2. Mengenali Emosi: Memahami dan memvalidasi perasaan yang muncul tanpa menghakiminya.

3. Menerima Realitas: Berlapang dada menerima bahwa masa lalu adalah hal yang tidak bisa diulang kembali.

4. Mengambil Pelajaran: Menemukan hikmah dan esensi berharga dari setiap kejadian buruk.

5. Membangun Masa Depan yang Baru: Mulai melangkah maju dengan fokus pada lembaran hidup yang bersih.

Pendekatan emosional dan spiritual yang dibawakan narasumber sukses memantik antusiasme tinggi. Sekitar 100 peserta yang bergabung aktif saling melempar pertanyaan dan berbagi sudut pandang pada sesi diskusi interaktif.

Melalui kelas psikospiritual ini, Himapsi Unimal berharap dapat menyebarkan kesadaran baru tentang pentingnya menjaga kesehatan mental yang selaras dengan nilai spiritual. Langkah kecil ini diharapkan mampu membantu masyarakat luas untuk melangkah maju ke masa depan dengan penuh harapan dan rasa optimisme.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy