Takengon, Line1News – Riuh tawa dan binar wajah anak-anak menyelimuti halaman SD IT Cendekia Takengon. Di tengah momentum hari pertama masuk sekolah tersebut, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, hadir langsung menggandeng tangan-tangan mungil siswa baru menuju ruang kelas mereka, Senin pagi, 13 Juli 2026.
Didampingi Bunda Guru dan PAUD Aceh Tengah, Risnawati, kehadiran orang nomor satu di Pemkab Aceh Tengah ini bukan sekadar kunjungan formal. Kehadirannya merupakan bagian dari Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah, sekaligus membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah ingin mengirimkan pesan kuat tentang pentingnya kehangatan peran keluarga, terutama sosok ayah, dalam mendukung psikologis dan tumbuh kembang anak sejak melangkahkan kaki pertama kali di dunia pendidikan.
Di hadapan 96 siswa baru, orang tua, dan dewan guru, Haili Yoga menyampaikan pesan menyentuh. Bagi seorang anak, kehadiran orang tua di momen krusial seperti ini akan menjadi memori indah yang melekat kuat hingga dewasa.
“Hari pertama ayah dan mama mengantar anak masuk sekolah akan menjadi memori mendalam di ingatan anak. Kelak, momen hangat hari ini akan selalu mereka ingat dan ceritakan kembali kepada anak cucunya nanti,” tutur Haili Yoga dengan penuh ketulusan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyambut tahun ajaran baru dengan penuh suka cita. “Mari kita awali langkah ini dengan semangat, senyuman, dan tekad bersama untuk mengantarkan anak-anak kita menjadi generasi yang cerdas serta berbakti,” tambahnya.
Bupati menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa ditumpukan pada pundak sekolah semata. Dibutuhkan sinergi erat, keteladanan dari rumah, serta dukungan penuh dari lingkungan sekitar.
Apresiasi mendalam pun datang dari Kepala SD IT Cendekia Takengon, Kemala Hayati. Menurutnya, kehadiran seorang pemimpin daerah yang menyuarakan peran ayah di hari pertama sekolah memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi para orang tua.
“Kehadiran seorang ayah di hari pertama sekolah bukan sekadar seremoni. Ini adalah simbol kasih sayang, tanggung jawab, dan keteladanan yang nyata. Anak-anak yang merasakan perhatian utuh dari kedua orang tuanya akan tumbuh dengan rasa aman, lebih percaya diri, dan memiliki motivasi belajar yang jauh lebih kuat,” ungkap Kemala Hayati.
SD IT Cendekia Takengon saat ini mendidik 582 peserta didik yang diasuh oleh 79 tenaga pendidik dan kependidikan (65 guru dan 14 tenaga kependidikan). Sekolah ini terus berkomitmen meningkatkan mutu, di mana 38 guru telah mengantongi sertifikat pendidik, dan tiga guru lainnya kini tengah menempuh Pendidikan Profesi Guru (PPG).[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy