Lhokseumawe, Line1News – Riuh tawa dan keceriaan kembali mewarnai wajah ratusan anak-anak di Lhokseumawe. Sebanyak 200 anak dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Raudhatul Athfal (RA), dan Kelompok Bermain (KB) se-Kota Lhokseumawe berkumpul bersama dalam kegiatan Trauma Healing dan Dukungan Psikososial Anak Pascabencana yang digelar di Aula Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Lhokseumawe, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Langkah ini menjadi oase penyejuk bagi anak-anak untuk melepaskan sisa-sisa trauma pascabencana. Melalui berbagai aktivitas interaktif mulai dari lomba mewarnai, mendongeng, hingga seni tari, anak-anak diajak untuk kembali merajut masa kecil mereka yang penuh warna.
Bunda PAUD Kota Lhokseumawe, Yulinda Sayuti, mengungkapkan bahwa esensi utama dari gerakan ini adalah memberikan lingkungan yang protektif sekaligus memulihkan kondisi emosional anak.
“Anak-anak membutuhkan ruang yang membuat mereka merasa aman dan bahagia. Kadang, pemulihan tidak dimulai dari banyak nasihat, tetapi dari senyum dan keceriaan yang kembali hadir,” ujar Yulinda penuh empati.

[Komitmen bersama lintas sektor. Jajaran pengurus PDGI Aceh Utara-Lhokseumawe, panitia, dan relawan berfoto bersama mengusung semangat pemulihan psikologis anak pascabencana di Lhokseumawe. Foto: Istimewa]
Tak sekadar bermain, suasana semakin semarak saat Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara turut ambil bagian. Menggunakan alat peraga yang ramah anak, para dokter gigi mengedukasi cara merawat kebersihan mulut dengan cara yang menyenangkan. Sesi ini ditutup dengan aksi sikat gigi bersama, lengkap dengan pembagian 200 paket sikat gigi serta bingkisan menarik untuk dibawa pulang.
Apresiasi mendalam pun disampaikan oleh Yulinda kepada seluruh elemen yang telah bahu-membahu menyukseskan acara ini. Ia menegaskan bahwa pemulihan pascabencana yang sejati tidak boleh berhenti pada pemenuhan logistik fisik semata, melainkan wajib menyentuh aspek psikologis dan sosial anak secara berkelanjutan.
“Kita ingin anak-anak kembali ceria, percaya diri, sehat, dan tumbuh menjadi generasi yang tangguh,” pungkas Yulinda optimis.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy