Kota Jantho, Line1News – Di balik stetoskop dan jas putih para dokter, ada denyut nadi kehidupan masyarakat yang harus dijaga. Menyadari besarnya tanggung jawab tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Aceh Besar sepakat mempererat genggaman tangan demi menghadirkan pelayanan medis yang manusiawi dan merata hingga ke pelosok desa.
Semangat kolaborasi ini membubung tinggi dalam prosesi Pelantikan Pengurus IDI Cabang Aceh Besar periode 2026-2029 yang dirangkai dengan Seminar Hukum Kesehatan di Orion Hall, Darul Imarah, Sabtu, 12 September 2026.
Hadir membuka acara mewakili Bupati Aceh Besar Muharram Idris, Asisten I Sekda Farhan AP membacakan pesan mendalam dari bupati. Bagi pemerintah daerah, dokter bukan sekadar pekerja profesional, melainkan pilar penentu kualitas hidup generasi masa depan Aceh Besar.
“Pembangunan kesehatan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah, dokter, tenaga kesehatan, rumah sakit, puskesmas, perguruan tinggi, organisasi profesi, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat,” ujar Bupati dalam sambutan tertulisnya, dikutip pada Minggu (13/9).
Bupati yang akrab disapa Syech Muharram ini mengingatkan bahwa tantangan medis saat ini bergerak sangat cepat seiring era digitalisasi. Di tengah tingginya ekspektasi publik, seorang dokter dituntut untuk teguh secara kompetensi, sekaligus peka terhadap koridor hukum dan etika.
Menepis Rasa Was-Was Saat Bertaruh Nyawa
Hubungan antara dokter, pasien, dan hukum kini kian kompleks. Itulah mengapa, Seminar Hukum Kesehatan sengaja disisipkan dalam momentum pelantikan ini. Syech Muharram sangat mengapresiasi langkah ini, sebab dokter pun butuh rasa aman saat berikhtiar menyembuhkan sesama.
“Di satu sisi, dokter harus memberikan pelayanan terbaik berdasarkan ilmu pengetahuan dan standar profesi. Namun di sisi lain, dokter juga harus memahami batas-batas kewenangan, hak dan kewajiban, serta aspek hukum yang melekat dalam setiap tindakan pelayanan kesehatan,” kata Farhan meneruskan pesan Bupati.
Gayung bersambut, Ketua IDI Cabang Aceh Besar yang baru dilantik, dokter Aidil Fitria, menyatakan kesiapan penuh para dokter untuk bersinergi. “Kami siap bermitra,” tegas Aidil demi menjawab tantangan keterbukaan informasi saat ini.
Ia tidak memungkiri bahwa derasnya arus informasi membuat profesi dokter di puskesmas maupun rumah sakit menjadi rawan bersinggungan dengan benturan hukum.
“Sekarang informasi berkembang begitu cepat, sehingga kita IDI sangat rawan dengan masalah hukum, termasuk rumah sakit, puskesmas. Karena itu kita rangkai dengan seminar hukum agar kita lebih aman, paham hukum dan tidak merasakan was-was dalam bertugas,” urai Aidil jujur.
Membawa Misi Kemanusiaan: Stunting dan Imunisasi
Bagi IDI Aceh Besar, pelantikan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kerja keras kemanusiaan. Aidil secara terbuka menyuarakan pekerjaan rumah (PR) besar yang masih membayangi daerah tersebut, mulai dari pemulihan angka stunting hingga pemenuhan target imunisasi anak.
“Kita harapkan teman-teman IDI Aceh Besar berkolaborasi dengan Dinkes Aceh Besar dan instansi lain. Dengan dukungan teman-teman, semoga nanti kita bisa berkontribusi semakin baik bagi masyarakat,” harapnya.
Langkah ini mendapat suntikan semangat dari Sekretaris IDI Wilayah Aceh, dokter Izzidin Fadhil, M.K.M. Mewakili Ketua IDI Wilayah Aceh dokter Muntadar, Sp.BA, Izzidin melihat kekompakan pengurus di Aceh Besar sebagai modal sosial yang luar biasa.
“Saya yakin dengan kolaborasi, semua bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat Aceh Besar. Pengurus IDI Aceh Besar ini saya lihat juga sangat kompak,” puji Izzidin hangat.
Ia bahkan menawarkan solusi konkret, termasuk membuka peluang kerja sama dengan dunia usaha lewat dana Corporate Social Responsibility (CSR) guna menambal keterbatasan fasilitas atau kekurangan tenaga medis di lapangan.
Menjaga Kehidupan, Merawat Kepercayaan
Di akhir sambutan yang dibacakan Asisten I, Syech Muharram menitipkan pesan penyejuk jiwa bagi nakhoda baru IDI Aceh Besar periode 2026-2029. Jabatan pengurus ini diharapkan menjadi motor penggerak pelayanan kesehatan yang ramah dan responsif terhadap jeritan sakit warga.
“Mari kita bersama-sama membangun budaya pelayanan kesehatan yang mengedepankan profesionalisme sekaligus nilai-nilai kemanusiaan. Sebab pada akhirnya, di balik setiap pelayanan kesehatan terdapat harapan, kepercayaan, dan kehidupan seorang manusia yang harus kita jaga,” pungkas Syech Muharram lewat pesan hangatnya.
Untuk diketahui, struktur Pengurus IDI Cabang Aceh Besar Periode 2026-2029 kini resmi dinakhodai oleh dr. Aidil Fitria selaku Ketua, didampingi dr. Nilawati, MKM (Wakil Ketua I), dr. Riva Zurianti (Wakil Ketua II), dr. Masyiththah (Sekretaris), dr. Hanah Juwita Eka Puteri (Wakil Sekretaris), dan dr. Ina Nusrina, M.Med., M.Phil (Bendahara).
Melalui nakhoda baru ini, tersimpan harapan besar dari segenap masyarakat Kabupaten Aceh Besar agar akses kesehatan tidak lagi berjarak, dan senyuman kesembuhan bisa terukir lebih luas di wajah warga.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy