Banda Aceh, Line1News – Pelatih kepala Persiraja Banda Aceh, Muhammad Ridwan, langsung membidik evaluasi besar setelah timnya ditahan imbang tanpa gol oleh Adhyaksa FC. Usai laga sengit di Stadion H. Dimurthala, Lampineung, Sabtu malam, 17 Oktober 2026, arsitek Laskar Rencong tersebut memetakan sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus segera dibenahi.
Ridwan secara jantan mengakui bahwa Adhyaksa FC datang dengan cetak biru permainan yang matang. Solidnya organisasi permainan dan keunggulan ball possession tim tamu sempat membuat pemain Persiraja kewalahan, terutama di sepanjang paruh pertama.
“Seperti yang sudah kita prediksi, Adhyaksa FC Bekasi adalah tim yang bagus, memiliki organisasi permainan yang baik, serta beberapa pemain dengan kemampuan penguasaan bola yang bagus,” ujar Ridwan secara objektif dalam sesi post-match press conference.
Baca Juga: Drama VAR Gagalkan Gol Adhyaksa FC, Persiraja Harus Puas Berbagi Poin 0-0
Taktik tim lawan yang hobi memutus aliran bola di sektor tengah sebelum menusuk tajam ke lini depan diakuinya sempat membuat barisan gelandang Persiraja kedodoran.
Evaluasi Ketajaman Lini Depan dan Transisi Kilat
Memasuki babak kedua, perubahan strategi sempat membawa angin segar bagi tuan rumah. Gelombang serangan balik cepat mulai merepotkan pertahanan Adhyaksa FC, termasuk lahirnya peluang emas dari kaki Ibrahim. Namun, buruknya penyelesaian akhir (finishing) kembali kambuh.
“Memang, peluang itu belum berhasil dikonversi menjadi gol. Ada juga beberapa peluang bagus lainnya yang belum bisa kita maksimalkan,” sesal Ridwan.
Mantan pemain Timnas Indonesia itu menjelaskan bahwa skema transisi cepat dari bertahan ke menyerang sebenarnya sudah berjalan sesuai instruksi.
“Ketika berada dalam posisi bertahan, kita berusaha melakukan transisi dengan cepat. Peluang yang didapatkan Ibrahim tadi merupakan hasil dari transisi cepat yang kita lakukan,” tambahnya.
Menatap laga krusial berikutnya kontra PSGC Ciamis, Ridwan menegaskan fokus latihan tim akan berpusat pada efisiensi di sepertiga akhir lapangan. Ia menargetkan anak asuhnya untuk tampil lebih kreatif demi menggaransi raihan poin penuh.
“Itu menjadi pekerjaan rumah bagi kita. Pada pertandingan melawan PSGC, kita akan mencoba memperbaikinya. Selain itu, kita juga akan berusaha menciptakan lebih banyak peluang. Dengan semakin banyaknya peluang, mudah-mudahan beberapa di antaranya bisa menjadi gol,” cetusnya.
Minta Maaf kepada Publik Lampineung
Gagal mengamankan poin penuh di kandang sendiri tentu menjadi pil pahit. Sadar akan besarnya ekspektasi suporter setia yang memadati stadion, Ridwan secara terbuka menyampaikan permohonan maafnya kepada publik sepak bola Serambi Mekah.
“Saya ingin meminta maaf kepada seluruh pencinta Persiraja dan masyarakat Aceh di mana pun berada. Kami belum bisa memberikan kemenangan untuk kalian semua. Mohon maaf. Terima kasih,” ucapnya dengan nada legawa.[]
Baca Juga: Gagal Menang di Banda Aceh, Pelatih Adhyaksa FC Soroti Keputusan Wasit


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy