Banda Aceh, Line1News – Pelatih Adhyaksa FC Bekasi, Widyantoro, menyoroti kepemimpinan wasit Nugroho Supriyanto saat timnya menghadapi Persiraja Banda Aceh dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion H. Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Sabtu malam, 17 Oktober 2026.
Widyantoro menilai sejumlah keputusan wasit dalam pertandingan tersebut merugikan timnya. Salah satu keputusan yang disorot adalah dianulirnya gol Adhyaksa FC pada menit ke-32 karena salah satu pemain dinyatakan berada dalam posisi offside.
“Saya juga tidak memahami seluruh proses pengambilan keputusan tersebut. Saya juga tidak tahu keputusan offside itu didasarkan pada apa,” kata Widyantoro usai pertandingan.
Baca Juga: Drama VAR Gagalkan Gol Adhyaksa FC, Persiraja Harus Puas Berbagi Poin 0-0
Selain keputusan offside, Widyantoro juga menyoroti insiden yang melibatkan pemainnya, Arthur. Menurut dia, Arthur mendapat tekel di hadapan timnya dan tepat di depan hakim garis, tetapi tidak ada pelanggaran yang diberikan oleh wasit.
“Menurut saya, kejadian seperti itu juga layak mendapatkan perhatian. Namun, sudahlah, mungkin wasit atau hakim garis tidak melihat kejadian tersebut, meskipun posisinya tepat di depan hakim garis,” ujarnya.
Meski menyoroti sejumlah keputusan wasit, Widyantoro tetap bersyukur timnya mampu membawa pulang satu poin dari markas Persiraja. Ia mengakui Adhyaksa FC datang ke Banda Aceh dengan target meraih poin maksimal.
Namun, hasil imbang tanpa gol atau 0-0 tersebut tetap disyukuri oleh timnya sebagai hasil positif dalam pertandingan tandang.
“Sekali lagi, saya sangat bersyukur bisa meraih satu poin di kandang Persiraja. Target kami tentu ingin mendapatkan poin maksimal, tetapi mendapatkan satu poin saja sudah sangat kami syukuri,” ucapnya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy