Iran Ultimatum Negara Timur Tengah: Setop Dukung AS!

Lanskap tata kota Teheran di Iran dengan ikon Menara Milad dan kawasan pemukiman yang padat dengan latar belakang pegunungan Alborz
Pemandangan lanskap kota Teheran, Iran, dengan latar belakang Menara Milad dan pegunungan Alborz. Foto arsip: RIA Novosti / Anton Bystrov

Teheran — Pemerintah Iran dilaporkan telah mengirimkan ultimatum keras kepada negara-negara di kawasan Timur Tengah. Teheran menuntut mereka untuk tidak memberikan dukungan apa pun kepada Amerika Serikat (AS) jika pertempuran antara Iran dan Washington kembali pecah.

Pernyataan tegas ini disampaikan Feda-Hossein Maleki, anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, kepada kantor berita RIA Novosti, Jumat, 23 Oktober 2026.

“Sebuah ultimatum telah disampaikan kepada negara-negara kawasan untuk menolak segala bentuk dukungan kepada AS. Selama perang 40 hari lalu, kami menyerang pangkalan militer di wilayah negara mana pun yang digunakan AS untuk menyerang Iran,” ujar Maleki.

Anggota parlemen tersebut menambahkan bahwa jika eskalasi militer kembali terjadi, Teheran akan memantau ketat dan memetakan negara-negara kawasan—khususnya negara Arab—yang memilih untuk mendukung pasukan Amerika.

“Dalam skenario tersebut, keputusan yang diambil Iran bisa saja melangkah lebih jauh dari sekadar menyerang pangkalan militer di negara-asia tersebut. Negara-negara itu sendiri nantinya akan dikategorikan sebagai negara musuh,” tegas Maleki.

Pihak Iran menekankan bahwa informasi mengenai sikap tegas ini telah disampaikan terlebih dahulu kepada negara-negara terkait. Saat ini, militer Iran berada dalam status siaga penuh sambil terus memantau perkembangan situasi di lapangan.

Ketegangan yang Terus Memanas

Sebagai informasi, Washington dan Teheran sebenarnya sempat menandatangani memorandum pada pertengahan Juni lalu yang diproyeksikan menjadi awal dari proses perdamaian. Namun, hanya berselang tiga minggu, babak baru eskalasi justru pecah dan aksi saling serang antar kedua belah pihak kembali terjadi.

Di sisi lain, saluran televisi NBC melaporkan bahwa AS kini mulai mengevakuasi personel militer dan diplomatik mereka secara bertahap dari sejumlah negara Timur Tengah. Pola evakuasi serupa sebelumnya juga pernah terjadi pada awal konflik dengan Iran di bulan Februari.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy