AJI Gelar UKJ Angkatan 110 di Banda Aceh, 28 Jurnalis Dinyatakan Kompeten

Foto bersama puluhan jurnalis peserta dan penguji UKJ AJI Angkatan 110 yang berpose ceria memegang sertifikat kelulusan di dalam ruangan aula Asrama Haji Banda Aceh
Dinyatakan Kompeten — Puluhan jurnalis peserta Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) Angkatan 110 bersama jajaran penguji dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia berfoto bersama usai penutupan rangkaian ujian di Gedung Asrama Haji Kelas I Aceh, Banda Aceh, Minggu (1/11/2026). Sebanyak 28 jurnalis yang berasal dari AJI Banda Aceh dan AJI Bireuen dinyatakan lulus serta kompeten di tingkatan Muda, Madya, dan Utama setelah berhasil menyelesaikan ujian 14 modul taktis jurnalistik yang berbasis pada profesionalisme, independensi, dan Kode Etik Jurnalistik. Foto: Line1News

Banda Aceh, Line1News — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) sukses menyelenggarakan Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) Angkatan 110 di Banda Aceh. Setelah melalui rangkaian evaluasi ketat, seluruh peserta yang berjumlah 28 jurnalis berasal dari AJI Banda Aceh dan AJI Bireuen dinyatakan lulus dan kompeten.

UKJ ini berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Ahad (31 Oktober–1 November 2026), di Gedung Asrama Haji Kelas I Aceh, Banda Aceh. Komposisi peserta yang dinyatakan kompeten tersebar ke dalam tiga tingkatan, yaitu 5 jurnalis jenjang Muda, 14 jurnalis jenjang Madya, dan 9 jurnalis jenjang Utama.

Modul Pengujian dan Pengelolaan Redaksi

Ketua AJI Banda Aceh, Reza Munawir, menegaskan bahwa UKJ merupakan langkah strategis organisasi dalam mendongkrak kapasitas dan profesionalisme jurnalis dalam menjalankan tugas jurnalistik. Kompetensi menjadi aspek penting yang harus dimiliki setiap jurnalis, tidak hanya dalam menghasilkan karya jurnalistik, tetapi juga memahami etika, menjaga independensi, serta mempertanggungjawabkan informasi yang disampaikan kepada publik.

“Uji kompetensi ini bukan sekadar untuk mendapatkan pengakuan atau sertifikat. Lebih dari itu, UKJ menjadi ruang bagi jurnalis untuk mengukur kemampuan, mengevaluasi praktik jurnalistik, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap profesionalisme dan Kode Etik Jurnalistik,” kata Reza di Banda Aceh, Senin, 2 November 2026.

Reza menjelaskan, selama uji kompetensi yang telah berlangsung selama dua hari tersebut, para peserta mengikuti sejumlah rangkaian ujian hingga praktik sesuai modul yang telah ditetapkan oleh tim penguji.

“Ada 14 modul, ujiannya berbentuk lisan dan tulisan. Teman-teman juga praktik langsung bagaimana membuat media dan mengelola redaksi untuk menghasilkan produk jurnalistik berkualitas,” ujarnya.

Dengan lulusnya seluruh peserta di tingkat Muda, Madya, dan Utama, Reza berharap, “Capaian ini harus menjadi refleksi dan dimaknai sebagai tanggung jawab dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik”.

Etika, Independensi, dan Tantangan Industri Media

Tim penguji dipimpin Ketua AJI Indonesia Nany Afrida, bersama Danu Sukendro, Taufik Budi Wijaya, Adi Warsidi, dan Muhammad Hamzah, serta dua penguji magang, yakni Uzair dan Agus Rahmat Budiono.

Nany Afrida memberikan wejangan tajam agar para jurnalis tidak cepat berpuas diri dengan status kelulusan yang diraih di Banda Aceh. “Predikat kompeten bukan garis akhir. Terus berjuang, upgrade diri, patuhi kode etik, sampaikan kebenaran, dan tetap profesional,” tegasnya.

Subur Dani, salah satu peserta yang lulus di tingkatan Madya, memandang UKJ sebagai kawah candradimuka yang menguji nalar kritis serta keterampilan teknis jurnalis dalam beradaptasi dengan disrupsi media.

“UKJ ini memberikan pengalaman dan pembelajaran bagi kami sebagai jurnalis. Melalui proses pengujian, kami tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga menunjukkan kemampuan dalam praktik jurnalistik mulai dari mencari, mengolah, hingga menyajikan informasi kepada masyarakat,” tutur Subur.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar jurnalis semakin memahami tanggung jawab profesinya, terutama dalam menghadapi tantangan dunia jurnalistik yang terus berkembang.

“Harapannya, kompetensi yang diperoleh melalui UKJ ini dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Sebab, jurnalis tidak hanya dituntut cepat dalam menyampaikan informasi, tetapi juga harus akurat, berimbang, independen, dan tetap berpegang pada kode etik jurnalistik,” pungkas Subur Dani.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy