Banda Aceh, Line1News — Akselerasi sektor pariwisata internasional di Provinsi Aceh mengalami kontraksi pada akhir kuartal ketiga tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh melaporkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Tanah Rencong sepanjang September 2026 tercatat sebanyak 3.446 kunjungan, menyusut 14,51 persen dibandingkan capaian Agustus 2026 yang sempat menyentuh 4.031 kunjungan.
Penurunan ini menjadi indikator dinamis bagi para pelaku industri hilir aviasi, perhotelan, dan pariwisata daerah untuk memetakan kembali strategi pemulihan pasar.
Bandara SIM dan Pelabuhan Balohan Jadi Pintu Masuk Utama
Kepala BPS Aceh, Agus Andria, memaparkan bahwa arus pergerakan turis asing yang melancong ke Aceh masih bertumpu pada dua gerbang logistik dan transportasi utama, yakni Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) di Blang Bintang dan Pelabuhan Internasional Balohan di Sabang.
“Jumlah wisman yang datang ke Aceh sebanyak 3.446 kunjungan pada September 2026. Angka ini mengalami penurunan sebesar 14,51 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” kata Agus di Banda Aceh, Senin, 2 November 2026.
Meskipun secara agregat mengalami penurunan, pasar wisatawan asal Malaysia terbukti masih menjadi penopang utama (market leader) pariwisata Aceh dengan kontribusi dominan mencapai 2.504 kunjungan.
Rincian serapan pasar wisman berdasarkan pemetaan paspor kewarganegaraan melingkupi:
| Peringkat | Asal Negara Wisman | Jumlah Kunjungan (Jiwa) | Persentase Kontribusi (%) |
|---|---|---|---|
| 1 | Malaysia | 2.504 | 72,66% |
| 2 | Singapura | 50 | 1,45% |
| 3 | Thailand | 45 | 1,31% |
| 4 | Australia | 37 | 1,07% |
| 5 | Jerman | 25 | 0,73% |
| 6 | Amerika Serikat | 25 | 0,73% |
| 7 | Prancis | 24 | 0,70% |
| 8 | Inggris | 23 | 0,67% |
| 9 | Belanda | 10 | 0,29% |
| 10 | Selandia Baru | 7 | 0,20% |
| 🌍 | Negara Lainnya | 696 | 20,20% |
| 📊 | TOTAL KUNJUNGAN | 3.446 | 100,00% |
[Sumber: BPS Aceh, diolah/Line1News]
Anomali Tingkat Penghunian Kamar Hotel
Di balik koreksi jumlah kunjungan pelancong asing, sektor akomodasi domestik justru mencatatkan pergerakan performa yang bervariasi pada Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel, baik untuk klasifikasi hotel berbintang maupun nonbintang di Aceh.
Agus menjelaskan, TPK hotel berbintang di Aceh bertengger di angka 30,54 persen, atau mengalami kenaikan sebesar 4,50 persen poin jika dibandingkan dengan posisi Agustus 2026. Namun, angka okupansi kuartalan ini masih lebih rendah sebesar 2,98 persen poin apabila disandingkan dengan periode yang sama pada September 2025.
Sementara itu, performa TPK untuk lini hotel nonbintang dan fasilitas akomodasi sejenis lainnya pada periode September 2026 harus puas di level 17,99 persen. Capaian sektor nonbintang ini tercatat melemah tipis sebesar 0,48 persen poin dibandingkan Agustus 2026, serta menyusut 0,49 persen poin secara tahunan (year-on-year) dari September tahun lalu.[]
Baca Juga:
• Gairah Pariwisata Aceh: Kunjungan Wisman Agustus 2026 Melonjak 42 Persen, Malaysia Tetap Mendominasi
• Kunjungan Wisman ke Aceh Tembus 2.838 pada Juli 2026, Malaysia Mendominasi


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy