Banda Aceh – Sebelas kelompok terbang (kloter) jemaah haji sudah kembali ke Aceh. Sementara kloter terakhir jemaah haji asal Aceh akan tiba di Banda Aceh, Senin, 22 Juli 2024. Dari 389 akan kembali dari Arab Saudi terdiri dari 387 jemaah kloter 12, ditambah dua jemaah kloter sebelumnya yang masih dirawat.
“Saat ini, tinggal 1 kloter lagi jemaah haji kita masih di Arab Saudi. Insya Allah, mereka akan tiba besok (Senin) pagi,” kata Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, H. Azhari, usai menerima kepulangan jemaah haji kloter BTJ-11 di Asrama Haji Embarkasi Aceh, Ahad (21/7).
Jemaah BTJ-11 mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Ahad pagi. Semuanya berjumlah 387 orang.
Pada 9 Juni lalu, Kloter BTJ-11 berangkat ke Arab Saudi sebanyak 393 orang. Satu jemaah dinyatakan wafat di Tanah Suci, Zubaidah binti Yusuf Raja Cut (70 tahun) asal Banda Aceh. Lima jemaah sudah pulang lebih dahulu bersama kloter lain, dua orang pulang dengan kloter 2, dua orang pulang dengan kloter 5, dan satu jemaah pulang bersama kloter 8.
Azhari mengatakan PPIH Embarkasi Aceh tahun ini memberangkatkan 4.710 jemaah haji. Lima belas jemaah dinyatakan wafat selama pelaksanaan haji di Arab Saudi: 12 orang wafat di Makkah dan 3 lainnya wafat di Madinah.
Azhari juga menyampaikan tiga jemaah haji Aceh masih menjalani perawatan di Arab Saudi, yaitu Muhammad Isa Basyah, Rajab Umar, dan Rabiah Muhammad Arif.
“Masih ada tiga jemaah kita yang dirawat di Arab Saudi. Satu orang di Makkah dan dua lainnya di Madinah,” kata Azhari.
Muhammad Isa Basyah adalah jemaah kloter 10, saat ini masih dirawat di Saudi National Hospital, Makkah, karena didagnosa mengalami pneumonia. Sementara Rajab Umar (BTJ-06) menjalani perawatan di King Salman Medical Center Madinah karena masih menggunakan ventilator dan Rabiah (BTJ-12) dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia Madinah karena gangguan keseimbangan elektrolit.
Menurut Azhari, Rabiah dan Rajab bila memungkinkan bisa dipulangkan bersama kloter 12.
Selain itu, jika masih ada jemaah yang dirawat di RS Arab Saudi sampai semua petugas kesehatan kembali ke Tanah Air, akan dilaporkan kepada Kantor Urusan Haji (KUH) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah. Selanjutnya, diserahterimakan kepada KJRI di Jeddah untuk melakukan pemantauan jemaah di RSAS.
“Semua jemaah haji yang masih dirawat di RS Arab Saudi tetap menjadi tanggung jawab Pemerintah Indonesia sampai jemaah tersebut bisa kembali ke Indonesia,” kata Azhari.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy