Banda Aceh – Tiga Dosen Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh melatih anak didik Rumoh Agam SOS Children’s Village Banda Aceh cara menggunakan teknik mozaik dalam kaligrafi Islam. Pelatihan ini digelar sejak 18 Agustus hingga 21 September 2024 oleh Putri Dahlia, Dwindy Putri Cufara, dan Rico Gusmanto, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini untuk membekali peserta memiliki keahlian. Teknik mozaik sendiri dapat dijadikan sebagai wadah dalam melatih kesabaran karena prosesnya membutuhkan keseimbangan desain, ketelitian, kerapian, kebersihan dan juga memakan waktu,” ujar Putri dalam keterangan tertulis kepada Line1.News, dikutip Minggu, 22 September 2024.
Teknik mozaik, jelas Putri, dilakukan dengan menempelkan kepingan-kepingan bahan yang sengaja digunting-gunting atau sudah berbentuk potongan, di media datar dengan cara dilem.
Pada pelatihan itu, tambah Putri, peserta memakai triplek untuk menempelkan kepingan eva foam. “Meskipun hanya mendapatkan ilmu dasar, ke depannya anak didik di Rumoh Agam juga dapat menciptakan karya mozaik dengan media dan bahan yang berbeda sesuai kreativitas mereka, tidak hanya menggunakan media triplek dan bahan eva foam,” ujarnya.
Putri berterima kasih kepada Pembina Rumoh Agam SOS Children’s Village Banda Aceh dan seluruh tim yang terlibat pada pelatihan tersebut. Ia mengharapkan SOS Children’s Village Banda Aceh tetap bersedia menjadi mitra berkelanjutan agar anak didik di Rumoh Agam selalu mendapatkan keahlian baru, baik seni rupa maupun bidang seni budaya pada umumnya.
Dosen ISBI Aceh Latih Seniman Produksi Musik dengan Teknologi
Pembina Rumoh Agam SOS Children’s Village Banda Aceh, Aris Arianto mengapresiasi kegiatan tersebut. Pelatihan kaligrafi dengan teknik mozaik, kata Aris, merupakan hal baru bagi anak didik di Rumoh Agam.
Menurutnya pelatihan ini akan memberikan dampak positif bagi peserta. “Selain mendapatkan ilmu baru, peserta juga dibekali skill yang dapat mereka manfaatkan untuk masa yang akan datang. Kegiatan ini tidak hanya mengasah kreativitas semata namun juga dapat dijadikan sebagai sebuah peluang usaha yang menjanjikan jika ditekuni dengan baik serta mengikuti selera pasar,” ujar Aris.
SOS Children’s Village Banda Aceh, kata Aris, merupakan lembaga yang merangkul anak-anak usia Sekolah Dasar hingga SMA, yang kehilangan orangtua akibat tsunami, konflik, kekerasan dalam rumah tangga, perceraian orangtua, dan kejadian traumatik lainnya.
“Membuat karya mozaik dapat mengisi waktu luang peserta dan mengalihkan mereka agar tidak kembali memikirkan trauma masa lalu.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy