Bangun Bank Sampah, USK Larang Penggunaan Kemasan Plastik di Lingkungan Kampus

Mahasiswa USK
Mahasiswa USK memilah sampah di Bank Sampah USK (BSU). Foto: Istimewa

Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) sejak 2022 melarang pengunaan kemasan makanan dan minuman berbahan plastik di lingkungan kampus tersebut. Larangan ini tercantum dalam Surat Edaran Rektor USK Nomor 8 Tahun 2022 Tentang  Larangan Penggunaan Kemasan Makanan/Minuman Berbahan Plastik Sekali Pakai dan/atau Kantong Plastik, yang berlaku di setiap kegiatan universitas maupun unit kerja.

Menurut Ketua Bank Sampah USK (BSU) Rahma Herawati larangan tersebut bentuk komitmen kuat terhadap pengurangan sampah di kampus tersebut. Karena itu, ia mengajak mahasiswa baru USK menjadi pengawal kebersihan.

“Ayo patuhi surat edaran ini. Kalian adalah pengawal kebersihan. Mari kita jaga USK dan Indonesia ini menjadi lebih baik,” ujarnya saat Pembinaan Akademik dan Karakter Mahasiswa Baru 2025 di Gedung AAC Dayan Dawood USK, Kamis, 14 Agustus 2025.

Pembina BSU Profesor Eti Indarti turut mengajak mahasiswa baru USK menjadi nasabah BSU. Setiap sampah yang dikumpulkan dan dipilah nasabah bisa ditukar menjadi rupiah di BSU.

Dia menyebutkan, saat ini Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menerima sekitar 300 ton sampah setiap harinya. Sampah-sampah tersebut sebagian besar berasal dari rumah tangga.

Timbunan sampah di TPA menjadi salah satu penyebab naiknya pemanasan global. Sebab, kata Eti, proses pembusukan sampah organik di TPA menghasilkan gas rumah kaca terutama metana dan karbon dioksida. Senyawa ini memerangkap panas di atmosfer.

“Kita membangun bank sampah tujuannya adalah untuk mengurangi beban TPA tersebut,” ucap Guru Besar Fakultas Pertanian USK tersebut dikutip dari Laman USK, Sabtu, 16 Agustus 2025.

Apalagi, pada 2030 nanti pemerintah tidak akan membangun lagi TPA, sehingga sampah-sampah akan dikelola sendiri di tempat asalnya.

Kehadiran BSU disebut Eti bentuk tanggung jawab universitas untuk mulai menjawab persoalan tersebut.

Dia mengungkapkan selama ini BSU telah terlibat aktif dalam upaya-upaya pengurangan sampah di lingkungan kampus. Pada setiap kegiatan universitas, BSU melakukan pemilahan sampah.

Selain itu, BSU turut memproduksi kompos dan eco enzyme, serta aktif mengedukasi pengelolaan sampah baik di lingkungan kampus maupun masyarakat sekitar.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy