Banda Aceh – Puluhan tiang rambu lalu lintas yang dipasang Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh di sepanjang jalan lintas Krueng Raya–Laweueng hilang dicuri.
Lokasi hilangnya puluhan tiang rambu tersebut berada di kawasan perbukitan Lamreh, dekat Pantai Pasir Putih, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar.
Pantauan Tim Dishub Aceh pada Sabtu, 4 Oktober 2025, sebanyak 24 tiang rambu chevron (marka dengan pola garis-garis serong) hilang terpotong pada pangkal, hanya menyisakan beton pondasinya.
Padahal, kata Kepala Dishub Aceh Teuku Faisal, sebagian besar rambu tersebut baru saja dipasang sekira sebulan lalu.
“Hilangnya puluhan rambu itu berisiko terhadap keselamatan para pengendara yang melintasi kawasan tersebut, khususnya pada malam hari. Karena lintas Krueng Raya–Laweueng memiliki kondisi geografis pergunungan dengan sisi jalan berupa jurang yang cukup dalam,” ungkap Faisal dikutip dari Laman Dishub Aceh, Kamis, 9 Oktober 2025.
Menurut dia, rambu chevron tersebut berfungsi memberikan ilusi visual bagi pengendara untuk mengurangi kecepatan kendaraan, terutama di area rawan kecelakaan atau persimpangan jalan.
“Jenis rambu ini sangat berguna pada malam hari, sebab sorotan lampu kendaraan akan membuat plang rambu itu bercahaya dan memberi peringatan kepada pengguna jalan mengenai kondisi jalan yang berbahaya,” ujar Faisal.
Dia menyayangkan hilangnya rambu-rambu tersebut. Apalagi lintasan Krueng Raya–Laweueng itu rawan kecelakaan lalu lintas.
“Akibat ulah orang yang tidak bertanggung jawab yang mencuri rambu tersebut, dikhawatirkan bisa mengakibatkan kecelakaan kembali berulang yang merugikan pengguna jalan,” ujar Faisal.
Selain di Aceh Besar, fasilitas keselamatan jalan yang dipasang Dishub Aceh juga hilang di Aceh Tenggara. Berdasarkan laporan, terdapat enam unit alat penerangan jalan (APJ) yang hilang di ruas jalan Muara Situlen–Lawe Deski. Akibatnya, kata Faisal, jalan yang seharusnya mendapat penerangan kini kembali gelap gulita.
Terkait dua kejadian ini, Faisal menyatakan Dishub Aceh telah berkoordinasi dengan kepolisan untuk mencegah kejadian serupa tidak terjadi kembali.
Faisal juga berharap fasilitas yang dibangun melalui dana APBA itu dapat dijaga bersama. Ia meminta bantuan masyarakat yang mengetahui tindakan pencurian atau perusakan fasilitas transportasi untuk melapor ke Dishub Aceh.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy