Banda Aceh, Line1News — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh, mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sejumlah wilayah di Aceh berlaku mulai 28 hingga 30 September 2026.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang.
Pemicu Cuaca Buruk
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh, Betsi, menjelaskan bahwa potensi cuaca buruk ini dipicu oleh kombinasi beberapa fenomena atmosfer yang aktif di wilayah Aceh.
“Aktifnya Gelombang Kelvin dan Rossby di wilayah Aceh, ditambah adanya daerah belokan angin serta konvergensi, sangat mendukung peningkatan aktivitas konvektif,” kata Betsi kepada Line1News, Senin, 28 September 2026.
Betsi menyebut kondisi suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia barat Sumatera dan Perairan Timur Aceh turut memicu peningkatan penguapan.
“Hal ini menambah kandungan uap air di atmosfer secara signifikan, sehingga sangat berkontribusi terhadap percepatan pembentukan awan-awan hujan di wilayah Aceh,” jelasnya.
Wilayah Terdampak
Sejumlah wilayah di Aceh diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang berpotensi disertai angin kencang pada Senin hingga Rabu, 28–30 September 2026.
● Senin, 28 September 2026: Hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang diprakirakan terjadi di Aceh Barat Daya dan Nagan Raya. Sementara hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang berpotensi melanda Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Gayo Lues, Langsa, Subulussalam, Simeulue, dan Bireuen.
● Selasa, 29 September 2026: Tidak terdapat wilayah yang diprakirakan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Namun, hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Singkil, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Simeulue, Bener Meriah, Bireuen, Pidie Jaya, dan Subulussalam.
● Rabu, 30 September 2026: Hujan lebat hingga sangat lebat juga diprakirakan nihil. Adapun hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di Aceh Barat, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Gayo Lues, Bener Meriah, Pidie, dan Simeulue.
Imbauan Waktu Rawan Sore-Malam
Menanggapi kondisi tersebut, Betsi mengingatkan warga agar ekstra waspada terhadap perubahan cuaca secara mendadak, terutama pada kurun waktu sore hingga malam hari.
“Masyarakat perlu mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat muncul secara tiba-tiba pada sore hingga malam hari. Fenomena ini dipicu oleh pemanasan intens yang terjadi pada siang harinya,” ujarnya.
Lebih lanjut, BMKG menyarankan masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya saat berkendara dalam kondisi cuaca buruk yang berpotensi disertai angin kencang.
Warga juga diminta untuk menghindari daerah sekitar sumber air seperti sungai, danau, dan waduk apabila terjadi hujan berdurasi lama atau berintensitas tinggi guna mengantisipasi risiko luapan air dan bencana hidrometeorologi.
Update Titik Panas
Di sisi lain, BMKG menyatakan tidak terdapat titik panas (hotspot) yang terdeteksi di wilayah Provinsi Aceh berdasarkan hasil pemantauan sepanjang Minggu, 27 September 2026.
Pantauan tersebut dilakukan selama 24 jam, mulai pukul 00.00 hingga 23.59 WIB, menggunakan data sensor MODIS pada satelit Terra, Aqua, dan Suomi NPP serta NOAA20/VIIRS.
Menurut Betsi, hasil pemantauan menunjukkan tidak ditemukan titik panas di seluruh wilayah Aceh pada periode tersebut. “Berdasarkan hasil pantauan pada 27 September 2026, tidak terdapat titik panas di Provinsi Aceh,” ungkap Betsi.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy