Dominasi Ekspor Nikel Indonesia ke Cina Dinilai Berisiko, APNI Dorong Diversifikasi Pasar

Ilustrasi nikel
Ilustrasi nikel

Jakarta – Nikel masih menjadi andalan ekspor Indonesia di sektor pertambangan. Dewan Penasihat Pertambangan Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Djoko Widajatno, menyatakan bahwa komoditas ini berperan strategis dalam menyumbang pendapatan negara.

“Pada tahun 2023–2024, Indonesia menguasai sekitar 65 persen pasar nikel dunia, mencerminkan dominasi signifikan di pasar global,” ujarnya dikutip dari Kontan, Senin, 7 April 2025.

Namun, APNI menyoroti struktur ekspor yang dinilai belum sehat. Djoko menjelaskan, sekitar 89 persen ekspor nikel Indonesia sepanjang 2023 hanya didominasi ke satu negara tujuan, yaitu Cina. Ketergantungan ini dianggap berisiko bagi ketahanan ekonomi nasional, terutama jika terjadi perubahan kebijakan atau permintaan dari Negeri Tirai Bambu tersebut.

Sebagai langkah antisipatif, APNI mendorong diversifikasi atau perluasan pasar ekspor nikel ke wilayah lain seperti Amerika Serikat dan Eropa.

“Diversifikasi ini penting untuk mengurangi ketergantungan dan memperluas peluang pasar di tengah dinamika geopolitik dan permintaan global yang terus berubah,” tegas Djoko.

Selain menyoroti arah ekspor, Djoko juga memproyeksikan produksi nikel nasional dapat mencapai 3,74 juta ton pada 2030—meningkat hampir dua kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya.

Tak hanya nikel, APNI turut menekankan pentingnya pengelolaan komoditas lain seperti kobalt, yang sangat dibutuhkan dalam industri baterai kendaraan listrik. Potensi ini diyakini bisa memperbesar kontribusi sektor pertambangan terhadap perekonomian nasional.

APNI juga mendorong percepatan hilirisasi industri mineral logam sejalan dengan arah Kebijakan Nasional Mineral dan Batubara.

“Hilirisasi harus diarahkan untuk menunjang pertumbuhan industri dalam negeri, menciptakan nilai tambah, serta memperkuat daya saing Indonesia di sektor energi dan teknologi berbasis nikel.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy