[Foto] Danrem Lilawangsa Cek Kondisi Terkini Makam Cut Meutia

Kondisi Makam Cut Meutia (4)
Kondisi terkini Makam Cut Meutia. Foto: Penrem Lilawangsa

Lhoksukon – Komandan Korem 011 Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran kembali meninjau makam Pahlawan Nasional Cut Meutia di Kawasan Hutan Lindung Gunung Lipeh, Ujong Krueng Kereuto, Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu, 19 April 2025.

Kolonel Ali Imran ditemani istrinya, Dini, Dandim 0103 Aceh Utara Letkol Kav Makhyar, perwakilan Staf PLN Lhokseumawe, dan beberapa prajurit TNI menelusuri jalur sungai untuk tiba di makam. Sebagian rombongan menggunakan sepeda motor trail melewati jalan yang baru dibuat.

Setibanya di lokasi, sejumlah prajurit TNI sedang mengerjakan bangunan makam Cut Meutia. Selain makam itu, mereka juga membangun makam Teungku Seupot Mata atau Teungku Chik Paya Bakong, yang ikut syahid saat melawan Belanda.

Progres pembangunan kedua makam itu, kata Kolonel Ali, mencapai 80 persen. Material pembangunan dipesan dari Bandung, sama persis seperti bahan untuk makam Cut Nyak Dhien di Sumedang, Jawa Barat.

Kolonel Ali mengaku kondisi jalan ke makam Cut Meutia masih sulit mulai dari titik ujung jembatan. “Namun, agar tidak pecah kita upayakan mengunakan [traktor] John Deere, sehingga semua materialnya bisa diangkut dan cepat dipasang, itu khusus fisik bangunan makam. Sedangkan fasilitas lain seperti pembangunan plaza, galeri, musala, dan toilet masih 30 persen,” ungkapnya.

Danrem menargetkan, khusus pembangunan dua makam rampung selesai sekitar Juli 2025. Sementara untuk pembangunan kompleks makam masih membutuhkan waktu.

Sebab, saat ini musim hujan sehingga akses jalan baru belum memadai dan tidak bisa dilalui kendaraan normal untuk membawa material.

“Mulai pekerjaan makam ini dimulai Oktober 2024, kendalanya hanya satu, medannya agak sulit, terpaksa kita lalui dari jalur lewat sungai. Tadi kita tempuh waktu satu jam lebih, sekitar 2,5 kilometer mengangkut material berupa besi, marmer keramik dan genteng, semuanya membutuhkan tenaga dan kehati-hatian,” ujarnya.

Dia berharap kepada Pemerintah Aceh Utara, Aceh, dan Pusat agar akses jalan menuju ke Makam Pahlawan Nasional Cut Meutia dibuat secara permanen dan diaspal. Terutama dari ujung titi gantung yang kondisinya terjal sehingga harus potong jalur.

Selain pembangunan makam dan akses jalan, kata Kolonel Ali , fasilitas lain yang akan dibangun masih banyak.

“Saat ini baru dibantu sumbangsih oleh Pegadaian dan PLN pusat, sehingga ke depan apabila akses jalan telah memadai dibangun bagus, pembangunan makam dan lainnya dengan cepat selesai. Selain memudahkan penziarah untuk berziarah, situs sejarah Makam Cut Meutia tetap terawat.”

Pembangunan makam Pahlawan Nasional Cut Meutia melibatkan puluhan prajurit TNI Korem Lilawangsa, Kodim Aceh Utara, dibantu personel Brigif 25 Siwah, Yonkav 11, Yonarhanud 5, Yonzipur Indrapuri, dan Denbekang Lhokseumawe. Mereka menetap di sekitar makam, tapi setiap dua bulan sekali dilakukan rotasi personel secara bergantian.[] Foto-foto: Penrem Lilawangsa

 

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy