[Foto] Semarak Malam Perayaan Uroe Lahee Pidie ke-514

Pidie HL
Wakil Bupati Pidie Alzaizi membakar meriam bambu saat malam perayaan HUT ke-514 kabupaten tersebut. Foto: Instagram @media_alzaizi

Sigli – Malam perayaan Uroe Lahee Pidie atau HUT Kabupaten Pidie ke-514 berlangsung meriah di Pidie Convention Center (PCC) pada Rabu malam, 17 September 2025. Ribuan warga Pidie memadati halaman tengah PCC.

Diawali lantunan ayah suci Al-Qur’an dan iringan Shalawat Badar, dilanjutkan lagu kebangsaan dan Hymne Aceh. Setelah itu, Wakil Bupati Pidie Alzaizi Umar didampingi unsur Forkopimda Pidie melanjutkan seremoni perayaan dengan tet bude trieng atau menyalakan meriam bambu.

Suasana yang khidmat langsung berubah menjadi riuh gemuruh sorakan gembira saat letusan bude trieng dan kembang api menyala indah di atas langit PCC.

Selain itu, di malam tersebut, beragam pertunjukan seni disajikan di panggung utama PCC. Dimulai dengan suguhan Seumapa, tarian kolosal, Seudati, kreasi syair, hingga penampilan musik etnik Aceh.

Alzaizi dalam sambutannya mengaku sangat bersyukur dan berbangga melihat antusias warga yang datang menyemarakkan HUT Pidie.

“Semoga dengan peringatan ini dapat bermakna dan bernilai refleksi historika masyarakat Pidie serta Kabupaten Pidie menjadi kabupaten yang maju sejahtera dan berkelanjutan. Dengan ini Pemkab Pidie mengucapkan selamat Uroe Lahee Pidie ke-514,” imbuhnya dikutip dari Laman Pemkab Pidie.

Sementara itu, Asisten I Safrizal selaku wakil panitia pelaksana menyampaikan, Uroe Lahee Pidie sudah dituangkan dalam Qanun Aceh dan Perbup Pidie.

Perayaan Uroe Lahee Pidie tahun kedua ini dilaksanakan mulai 13 September 2025, dirangkai dengan sejumlah kegiatan, seperti olahraga, expo UMKM, pentas seni adat dan budaya, serta ziarah ke makam Raja Pedir Sultan Ma’rufsyah, di Gampong Dayah Tanoh Klibeut, Kecamatan Pidie.

Selanjutnya, kata Safrizal, juga telah dilaksanakan rapat paripurna, seminar internasional hingga maulid akbar yang akan berlangsung pada 18 September 2025, tepat pada tanggal lahir Pidie yakni 18 September 1511 Masehi.

Kemudian, akan ada juga khanduri laot, dan ditutup dengan pawai yang diikuti oleh 23 kecamatan, SKPK, dan sejumlah peserta lainnya.[] Foto-foto: Instagram @media_alzaizi

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy