Banda Aceh – Mantan Bupati Pidie Jaya (Pijay) dua periode, Aiyub Abbas, resmi menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat Partai Aceh (DPP PA).
Aiyub menggantikan almarhum Kamaruddin atau Abu Razak di sisa kepengurusan periode 2023-2028. Abu Razak meninggal dunia saat umrah di Makkah, Arab Saudi, pada Rabu, 19 Maret 2025.
Informasi dihimpun Line1.News, surat pengangkatan Aiyub Abbas sebagai Sekjen DPP PA definitif diserahkan Ketua Umum DPP PA Muzakir Manaf atau Mualem di salah satu hotel di Jakarta pada Jumat malam, 11 April 2024.
Diketahui, saat ini Mualem sedang berada di Jakarta dalam kapasitasnya sebagai Gubernur Aceh bertemu dengan beberapa menteri dan pejabat pusat serta pengusaha.
Selain surat pengangkatan itu, Aiyub sebelumnya juga menerima surat rekomendasi dari Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud–Tuha Peut Partai Aceh. Surat ini yang kemudian menjadi pertimbangan Mualem mengangkat Aiyub Abbas sebagai Sekjen PA.
Karier Militer & Politik Aiyub Abbas
Aiyub bin Abbas atau Aiyub Abbas merupakan mantan pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Di kalangan GAM, Aiyub dulunya mendapat julukan Abuwa Muda.
Pria kelahiran Lhok Duek, Gampong Sarah Panyang, Bandar Baru, Pijay, 2 Mei 1969, ini salah seorang kombatan GAM yang pernah menempuh pendidikan militer di Camp Tajura Tripoli, Libya.
Di Libya, Aiyub “seleting” dengan Bupati Pidie Sarjani Abdullah. Bersama Mualem, ketiganya berada di Libya pada 1987.
Pulang dari Libya, pada 1990 Aiyub ditunjuk sebagai staf komando pusat GAM di Tiro, di bawah pimpinan Teungku Chiek Umar Ibrahim Di Tiro. Setelah itu berlanjut pada 1997 di bawah komando pusat Teungku Abdullah Syafii.
Setahun kemudian, Aiyub kembali dipercayakan menjadi Majelis Muda Komando Pusat GAM bersama Abu Razak, Abu Bakar Muhammad (Baka Rayeuk), dan Sarjani Abdullah.
Kapolda GAM
Semasa Abdullah Syafii menjadi Panglima GAM, Aiyub diangkat sebagai Kapolda GAM Pidie. Sedangkan Sarjani menjabat komandan operasi dan Abu Razak Panglima Wilayah Pidie.
Setelah Abdullah Syafii wafat pada 22 Januari 2002, Mualem naik ke tampuk jabatan sebagai Panglima GAM. Sementara Aiyub memangku jabatan Kepala Kepolisian GAM hingga 2005.
Pada 2005, MoU Helsinki diteken. Aiyub kembali dipercayakan sebagai Ketua Komando Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat. Lalu sejak 2011 hingga sekarang, ia ditunjuk menjadi Ketua Tim Keamanan KPA Pusat.
Ketika eks kombatan GAM mendirikan Partai Aceh, Aiyub kembali mendapatkan amanah dalam struktur partai lokal tersebut. Sejak 2007 hingga Februari 2025, ia menjabat Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PA Pijay.
Bupati Pijay Dua Periode
PA pula yang kemudian mengusung Aiyub saat maju sebagai calon Bupati Pijay pada 2013, berpasangan dengan Said Mulyadi, mantan Sekda Pijay.
Pasangan nomor urut dua itu bertarung melawan pasangan nomor urut satu Saiful Bahri-Iqbal Idris dari jalur independen, dan pasangan nomor urut tiga Abdul Rahman Puteh-Muhammad Yusuf Ibrahim yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN).
Aiyub dan Said memenangkan Pilkada dengan meraih 31.014 suara atau 42,12 persen. Hasil ini sempat digugat ke Mahkamah Konstitusi tapi keduanya kemudian dilantik Gubernur Aceh saat itu, Zaini Abdullah atau Abu Doto, pada Senin, 3 Februari 2014.
Pada 7 Desember 2016, gempa bumi berkekuatan 6,5 Magnitudo mengguncang Pijay. Sekira 30 persen wilayah Pijay terdampak kerusakan akibat bencana tersebut.
Saat itu, Aiyub sedang berada di Istana Negara Jakarta. Dia pun buru-buru kembali ke Pijay untuk melakukan pemantauan pascagempa.
Pilkada 2018, Aiyub dan Said kembali mencalonkan diri sebagai Bupati-Wakil Bupati Pijay. Kali ini, selain PA, mereka didukung PAN, Gerindra, dan beberapa partai nasional lainnya. Lagi-lagi, pasangan ini meraih kemenangan dengan 41.115 suara atau 51,61 persen.
Aiyub dan Said kemudian dilantik oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh kala itu, Nova Iriansyah. Pelantikan berlangsung di Gedung DPRK Pidie Jaya pada Senin, 4 Februari 2019.
Mundur dari Jabatan Bupati
Namun, di masa jabatannya sebagai bupati bersisa sembilan bulan, Aiyub mengundurkan diri karena hendak maju sebagai calon Anggota DPRA di Pemilihan Legislatif 2024. Aiyub mengaku, pengunduran dirinya itu berdasarkan perintah dari Mualem untuk menambah suara PA di Pemilu 2024.
Maju lewat PA, Aiyub meraih 25.648 suara di daerah pemilihan dua Aceh (Pidie dan Pijay, tertinggi di dapil tersebut. Di DPRA, Aiyub kini menjabat Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRA periode 2024-2029.
Ia awalnya sempat menolak pencalonan dirinya sebagai Ketua BKD. Namun, setelah melalui pendekatan dan bujukan dari rekan-rekan anggota dewan, Aiyub akhirnya bersedia menerima posisi tersebut.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy