Gus Ipul Target Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Aceh

Mensos Gus Ipul kunjungi Sekolah Rayat
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat mengunjungi Sekolah Rayat di Aceh. Foto: Fakhrurrazi/Line1News

Banda Aceh, Line1News – Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menggelar Open House Sekolah Rakyat untuk orang tua dan calon siswa di Setra Darussaadah, Lampeunerut, Aceh Besar, Senin, 8 Juni 2026.

Kehadiran Gus Ipul didampingi Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, Ketua MPU Aceh, Teungku Faisal Ali atau Lem Faisal, serta para pejabat terkait.

Gus Ipul mengatakan, kegiatan ini ajang silaturahmi dan sosialisasi program Sekolah Rakyat bagi orang tua siswa dan calon siswa terkait pembelajaran di sekolah tersebut.

“Jadi, yang bisa kita jangkau bersama pemerintah daerah ada sekitar berapa tadi itu 400 lebih ya, 400 keluarga yang sudah didatangi rumahnya dan memenuhi kriteria nanti akan coba didalami lebih lanjut setelah itu akan kita tetapkan sebagai siswa sekolah rakyat,” kata Gus Ipul.

Dia menyebut secara umum pembelajaran Sekolah Rakyat di berbagai kabupaten kota di 166 titik telah berjalan dengan baik meskipun pada awal-awal mendapat tantangan-tantangan dinamika yang semuanya bisa diatasi dengan baik.

“Sesuai arahan Presiden, tahun ini kita akan tingkatkan alokasi penerimaan siswa baru dari 15 ribu sebelumnya lebih menjadi 36 ribu lebih. Tahun depan, insya Allah, siswa Sekolah Rakyat seluruh Indonesia sudah mencapai lebih dari 100 ribu,” jelas Gus Ipul.

Menurutnya, kebijakan evaluasi semua sektor terus dilakukan oleh pemerintah agar tata kelola lulusan-lulusan Sekolah Rakyat nantinya sesuai dengan harapan Presiden Prabowo Subianto, yakni menjadi lulusan yang pintar, berkarakter, dan terampil.

Dia menuturkan, sudah ada pembangunan lima gedung permanen untuk bangunan Sekolah Rakyat. Gedung ini akan ditempati oleh para siswa jika telah selesai dibangun.

Adapun lima gedung Sekolah Rakyat yang tengah dibangun permanen itu yakni di Kabupaten Aceh Besar, Nagan Raya, Bireuen, Kota Lhokseumawe, dan Subulussalam.

“Lima gedung permanen Sekolah Rakyat salah satunya milik provinsi. Ini yang saya juga beri catatan. Di tempat lain kabupaten kota punya, provinsinya belum punya,” katanya.

Dia menjelaskan, di tempat lain gedung Sekolah Rakyat hanya dimiliki oleh provinsi, sedangkan daerah di bawahnya belum ada pembangunan sekolah. Kondisi ini salah satunya terjadi di Provinsi Bali.

“Tapi, di Aceh kabupaten kotanya punya sebagian, ya, tapi provinsinya juga sudah punya. Ini adalah hal yang saya syukuri di Provinsi Aceh,” ungkap Gus Ipul.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy