Menjaga Gayo Tetap Hangat dan Aman: Kolaborasi Imigrasi dan Pemkab Aceh Tengah Sambut Pendatang

Bupati Haili Yoga hadiri rakor Tim Pengawasan Orang Asing
Bupati Aceh Tengah Haili Yoga menghadiri rapat kordinasi Tim Pengawasan Orang Asing. Foto: Istimewa

Takengon, Line1News – Daya tarik kopi Gayo yang mendunia dan keindahan alam Aceh Tengah kian memikat perhatian warga dunia. Menanggapi meningkatnya kedatangan warga asing, Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Takengon bergerak cepat memperkuat kolaborasi lewat Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA) di Hotel Gayo Petro, Jumat, 22 Mei 2026.

Langkah ini diambil untuk memastikan investasi dan pariwisata berjalan beriringan dengan keamanan daerah. Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, yang membuka langsung acara tersebut, mengingatkan pentingnya keterbukaan yang bertanggung jawab. Ia mengapresiasi kontribusi positif para pendatang, namun tetap menekankan pentingnya tertib administrasi demi kenyamanan bersama.

“Kehadiran warga asing membawa dampak baik bagi ekonomi, wisata, dan pendidikan kita. Namun, keterbukaan ini harus dijaga dengan pengawasan yang matang agar ketertiban di tengah masyarakat tetap kondusif,” ujar Haili Yoga.

Ia juga mengingatkan agar para pendatang domestik yang sudah lama menetap segera mengurus administrasi kependudukan seperti KTP lokal.

Senada dengan Bupati, Kepala Kantor Imigrasi Takengon, Teuku Teguh Abdi, menjelaskan bahwa pengawasan keimigrasian di era modern tidak bisa dilakukan dengan cara kaku atau bekerja sendiri. Dibutuhkan mata, telinga, dan sinergi dari seluruh instansi di daerah.

“Kopi Gayo dan pesona alam kita adalah magnet investasi. Mobilitas orang asing pasti naik, dan itu bagus untuk lapangan kerja. Tugas kami bersama Tim PORA adalah memastikan kehadiran mereka membawa manfaat, bukan masalah hukum,” jelas Teguh.

Meski mengedepankan pendekatan yang ramah investasi, Teguh menegaskan pihak imigrasi tidak akan berkompromi terhadap pelanggaran aturan. “Kami menyambut baik siapa saja yang ingin membangun Gayo, namun tindakan tegas tetap akan diambil bagi mereka yang melanggar hukum keimigrasian,” pungkasnya.

Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, aparat penegak hukum, dan instansi vertikal yang berkomitmen menjaga Aceh Tengah tetap menjadi rumah yang aman bagi warga lokal dan ramah bagi pendatang yang taat aturan.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy