Takengon, Line1.News – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah resmi meluncurkan “senjata” baru untuk memerangi kemiskinan. Lewat inovasi bertajuk Sadakah (Satu Data Kemiskinan Aceh Tengah), pemerintah daerah kini disebut memiliki basis data tunggal yang lebih akurat, transparan, dan terintegrasi.
Peluncuran aplikasi ini menjadi sorotan utama dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang dipimpin Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, di Gedung Oproom Setda, Rabu, 15 April 2026.
Hapus Drama Bantuan Salah Sasaran
Aplikasi Sadakah lahir dari kolaborasi strategis antara Bappeda dan Diskominfo Aceh Tengah. Tujuannya jelas: menyatukan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) nasional dengan data fungsi organisasi perangkat daerah (OPD) di tingkat lokal.
Kepala Dinas Kominfo Aceh Tengah, Mustafa Kamal, menjelaskan selama ini tantangan terbesar dalam penanggulangan kemiskinan adalah sinkronisasi data.
“Sadakah adalah jawaban agar tidak ada lagi bantuan yang tumpang tindih atau salah sasaran. Dengan integrasi data sosial ekonomi nasional dan fungsi tugas seluruh OPD, intervensi pemerintah akan jauh lebih presisi,” tegas Mustafa, dikutip dari keterangan tertulis pada Kamis (16/4).
Ruh Pembangunan Berbasis Data
Bupati Haili Yoga menegaskan validitas data harus menjadi “ruh” dalam setiap perencanaan pembangunan. Terlebih, Aceh Tengah sedang bersiap menghadapi tantangan rekonstruksi pascabencana pada tahun 2027.
“Hasil Musrenbang ini harus kita kawal bersama, mulai dari kabupaten, provinsi, hingga ke pusat. Kita ingin memastikan program yang disusun melalui basis data Sadakah ini selaras dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat bawah,” ujar bupati.
Gerak Cepat: Bimtek Digelar 20 April
Langkah konkret langsung diambil usai peluncuran. Sekretaris Bappeda Aceh Tengah, Zahara Zakaria, memastikan keberlanjutan aplikasi ini akan didukung oleh sumber daya manusia yang mumpuni.
“Pada 20 April, kami segera melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi seluruh petugas walidata OPD. Ini penting agar operasional data berjalan maksimal dan aplikasi ini benar-benar berfungsi sebagai alat navigasi kebijakan,” kata Zahara.
Musrenbang yang berlangsung selama tiga hari ini merupakan puncaknya proses partisipatif yang telah dimulai sejak akhir 2025. Dengan kawalan aplikasi Sadakah, arah pembangunan Aceh Tengah pada 2027 diharapkan tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga sukses memangkas angka kemiskinan secara akuntabel.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy