Indonesia Punya 6 Lapangan Migas Baru

Ilustrasi eksplorasi migas lepas pantai. Foto: CNBC Indonesia
Ilustrasi eksplorasi migas lepas pantai. Foto: CNBC Indonesia

Jakarta – Indonesia memiliki enam lapangan migas baru yang bakal mendongkrak produksi minyak dalam negeri. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan rencana produksi minyak bumi dari enam lapangan baru itu baru bisa dimulai sekitar 2028.

“Dalam jangka yang relatif jangka pendek, ada enam prospek yang mudah-mudahan bisa mulai berproduksi semuanya di tahun 2028. Jumlahnya kurang lebih ya 100 ribu barel [per hari],” ujar Arifin, dikutip dari Antara, Senin, 5 Agustus 2024.

Arifin mengatakan keenam lapangan baru tersebut diproyeksikan mulai berproduksi dalam periode 2024-2027. Rencana ini, kata dia, diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan bagi produksi minyak nasional.

Adapun keenam lapangan baru tersebut meliputi Forel sebanyak 10 ribu ribu barel per hari (BOPD) dengan estimasi produksi pada kuartal keempat 2024; Ande Ande Lumut (20 ribu BOPD), estimasi produksi pada kuartal pertama 2028; Singa Laut Kuda Laut (20.313 BOPD), estimasi produksi pada kuartal keempat 2026; Hidayah (2.996 BOPD), estimasi produksi pada kuartal pertama 2027; BUIC (19.206 BOPD), estimasi produksi pada kuartal ketiga 2024; serta OO-OX (25.276 BOPD), estimasi produksi pada kuartal pertama 2026.

Arifin mengungkapkan, sanksi internasional yang dikenakan terhadap Rusia menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan lapangan baru tersebut.

Lapangan Singa Laut Kuda Laut, kata dia, adalah salah satu proyek yang terkena dampak, sehingga menyebabkan perkiraan waktu on stream menjadi mundur hingga kuartal keempat 2026.

Kementerian ESDM, kata Arifin, terus menggencarkan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi minyak bumi nasional. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor minyak.

Selain mengembangkan lapangan baru, Kementerian ESDM juga fokus pada peningkatan recovery rate dari sumur-sumur yang sudah ada.

“Di samping yang enam ini, kita juga sedang mengupayakan peningkatan recovery dari sumur-sumur yang ada. Jadi, kalau dulu recovery-nya itu kita biasanya hanya 30 persen, sekarang kita coba minta Pertamina untuk bisa meningkatkan menjadi ke 50 persen,” ujarnya.

Untuk meningkatkan produksi migas, tambah Arifin, pemerintah merencanakan reaktivasi terhadap 1.000 hingga 1.500 sumur yang tidak aktif setiap tahunnya, sebagai bagian dari strategi jangka pendek.

“Kita minta Pertamina untuk bisa mengupayakan idle well, sumur-sumur yang masih berprospek untuk bisa diupayakan kembali. Ini dalam upaya-upaya kita di jangka pendek.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy