Lubang Longsor di Ketol Serupa Sinkhole, Ini Perbedaannya

Lubang longsor di Pondok Balik
Lubang longsor di Pondok Balik, Ketol, telah memutus jalan penghubung Aceh Tengah-Bener Meriah. Foto: Antara

Takengon — Fenomena lubang raksasa yang muncul di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, terus meluas dan menimbulkan kekhawatiran serius bagi warga sekitar. Lubang besar ini berkembang dalam waktu relatif singkat dan berpotensi mengancam area perkampungan serta lahan masyarakat.

Badan Geologi Kementerian ESDM menilai lubang longsor raksasa yang terus meluas di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, menyerupai sinkhole.

Namun, secara geologi, lubang tersebut memiliki karakteristik berbeda dari sinkhole yang umum terjadi di kawasan karst. Selain itu, kemunculannya di wilayah yang selama ini tidak dikenal sebagai daerah rawan sinkhole.

Dikutip dari Laman PU, secara umum sinkhole lazim terjadi pada tanah lempung, lanau, atau pasir lepas yang mudah tererosi dan mengalami pelarutan. Dalam banyak literatur, kejadian sinkhole berkaitan erat dengan keberadaan batuan kapur atau material karst yang mudah larut oleh air.

Baca juga: ESDM Aceh Minta Warga Waspadai Lubang Longsor di Pondok Balik Ketol

Sementara itu, wilayah Aceh Tengah didominasi tanah vulkanik yang berkarakter lebih padat dan stabil. Minimnya literasi publik mengenai perbedaan jenis tanah ini membuat fenomena yang terjadi kerap disalahartikan. Padahal, kondisi geologi lokal sangat memengaruhi proses terbentuknya lubang tanah.

Meski berbeda jenis material, secara ilmiah air tetap memegang peran sangat besar dalam pembentukan rongga bawah tanah. Berbagai penelitian geologi menunjukkan hampir 90 persen kasus sinkhole di dunia dipicu oleh air, baik air hujan maupun air tanah.

Air bekerja dengan cara melarutkan mineral tertentu atau mengikis butiran tanah halus di bawah permukaan. Proses ini berlangsung perlahan hingga membentuk rongga yang tidak lagi mampu menopang beban di atasnya. Pada titik tertentu, permukaan tanah pun runtuh secara tiba-tiba.

Kondisi tersebut diperparah oleh faktor cuaca ekstrem pada akhir tahun lalu. Siklon Senyar yang melanda wilayah Indonesia bagian barat menyebabkan peningkatan curah hujan signifikan, termasuk di Aceh Tengah.

Baca juga: Antisipasi Lubang Longsor Pondok Balik, PLN Pindahkan Sutet Nomor 76

Intensitas hujan yang tinggi membuat infiltrasi air ke dalam tanah meningkat drastis. Aliran air bawah tanah menjadi lebih aktif dan berpotensi mempercepat proses pengikisan material halus. Dalam situasi seperti ini, tanah yang semula stabil dapat kehilangan daya dukungnya.

Fenomena di Pondok Balik menjadi pengingat bahwa air tidak selalu bersifat konstruktif. Air yang berlebihan dan tidak terkontrol justru dapat berubah menjadi sumber bencana. Daya rusak air itu nyata dan dapat muncul dalam bentuk yang tidak selalu terlihat di permukaan.

Hingga Selasa, 3 Februari 2026, Dinas ESDM Aceh mencatat luas lubang longsor terus membesar hingga melebihi 30.000 meter persegi. Jalan aspal penghubung Aceh Tengah dengan Bener Meriah yang berada di dekat lubang itu juga telah amblas.

Hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi tersebut. Dody sempat merasakan getaran gempa dan mendengar tiga kali suara runtuhan tanah saat ia berdiri sekitar 20 meter dari titik lubang raksasa tersebut.

“Tadi pas kita ke sana kan ada terasa gempa, ya berarti area disitu tidak 100 persen secure (aman) gitu, jadi di bawah ini masih ada pergerakan air,” ujarnya dilansir Antara.

Berdasarkan laporan BPBD Aceh Tengah, longsoran tanah di sana awalnya berbentuk lubang kecil sejak awal 2000-an, dan terus bergerak secara bertahap mulai 2004.

Dari laporan masyarakat sekitar, pada 2006 longsoran tersebut sudah pernah memutus akses jalan Blang Mancung-Simpang Balik (penghubung Aceh Tengah – Bener Meriah).

Bahkan, pernah terjadi relokasi tempat tinggal masyarakat di Kampung Bah Serempah ke Kampung Serempah Baru pada tahun 2013-2014. Rehabilitasi dan rekonstruksi pernah dilakukan sebanyak tiga tahapan pada periode tersebut.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy