Israel Masih Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata dan Halangi Bantuan ke Gaza

Anak anak Palestina
Anak-anak Palestina berkumpul untuk menerima makanan dari dapur amal di kamp pengungsi Nuseirat, yang terletak di Jalur Gaza tengah, pada 21 Oktober 2025. Foto: AFP

Gaza – Israel dilaporkan terus melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan menyerang warga Palestina. Pemerintah dan militer zionis juga menghadang truk-truk bantuan ke Gaza.

Di sisi lain, PBB tak berdaya atas ulah Israel tersebut. Al Jazeera melaporkan, PBB menginginkan Israel mengizinkan masuknya lebih banyak truk bantuan di lebih banyak titik penyeberangan ke Gaza.

Saat ini, jumlah bantuan yang masuk masih sangat sedikit sekali daripada yang ditentukan dalam perjanjian gencatan senjata.

“Bantuan yang telah dikirim ke Gaza tetaplah setetes air di lautan, jika dilihat dari kebutuhannya,” tulis Al Jazeera.

Data PBB menunjukkan, setidaknya seperempat penduduk Gaza, termasuk 11.500 wanita hamil, mengalami kelaparan. PBB, yang cuma mampu memperingatkan, mengatakan dampak kekurangan gizi akan memiliki dampak “bergenerasi-generasi” di Gaza.

Selain makanan dan air bersih, warga Palestina juga membutuhkan material untuk membangun tempat berlindung karena rumah-rumah mereka telah jadi puing.

Ribuan keluarga yang kembali dari pengungsian kini tinggal di tenda-tenda darurat, bahkan di bangunan-bangunan yang rusak. Menjelang musim dingin, kebutuhan material termasuk tenda-tenda baru sangat dibutuhkan.

Sementara itu, saat warga Palestina di Gaza terus berjuang mendapatkan makanan dan air bersih, sebagian dari keluarga masih tidak dapat kembali ke bekas rumah mereka karena pasukan Israel masih berkeliaran.

Dua pekan terakhir, angkatan udara dan brigade infanteri zionis terus melakukan serangan darat dan udara, di area tertentu di luar garis kuning.

Melalui udara, serangan drone Israel menewaskan banyak warga Palestina yang tak mengira bakal menjadi sasaran empuk setelah gencatan senjata.

Di darat, militer zionis terus melancarkan serangan, melakukan operasi pembongkaran rumah-rumah penduduk dan meratakan lahan pertanian.

Zionis tidak membantah tuduhan itu dan mengatakan mereka beroperasi di wilayah-wilayah tersebut untuk menghancurkan apa yang mereka sebut “infrastruktur teroris”.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy