Takengon, Line1News – Suara bising knalpot yang kerap mengganggu waktu istirahat malam warga Takengon kini mulai diantisipasi. Merespons keluhan masyarakat, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Tengah menggelar patroli pada Minggu malam, 28 Juni 2026 hingga menjelang Subuh, Senin (29/6). Dalam aksi simpatik ini, petugas mengamankan 15 sepeda motor berknalpot brong yang kedapatan memicu kebisingan dan rawan memicu balap liar.
Patroli yang berlangsung dari pukul 21.00 hingga 03.00 waktu Aceh ini dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Aceh Tengah, Iptu Rerit Oktafiandi. Bersama sembilan personelnya yang mengendarai Isuzu D-Max, petugas menyisir sejumlah titik vital mulai dari depan Mapolres, Jalan Lebe Kader, Jalan Sengeda, Terminal Lama Takengon, Pasar Inpres, hingga kawasan depan SPBU Jalan Lintang.
Iptu Rerit Oktafiandi kepada Line1News mengungkapkan bahwa fokus utama gerakan ini adalah mengembalikan ketenangan dan kenyamanan warga yang selama ini terganggu oleh kebisingan jalanan.
“Melalui patroli humanis ini, kami tidak hanya melakukan pengawasan dan penertiban. Kami ingin menyentuh hati pengendara lewat edukasi, agar mereka sadar bahwa tertib berlalu lintas adalah demi keselamatan bersama, bukan karena takut pada petugas,” ujar Rerit hangat.
Menariknya, aksi malam itu tidak melulu soal penindakan. Perwira yang baru saja dilantik ini bersama anggotanya justru aktif turun dan berdialog langsung dengan para pengendara serta warga yang masih beraktivitas di larut malam. Sembari tersenyum, petugas merangkul para pemuda untuk memberi pemahaman tentang pentingnya menghargai pengguna jalan lain dengan tidak memakai knalpot bising yang melanggar spesifikasi teknis.
Bagi warga Takengon, kehadiran polisi di jam-jam rawan ini membawa angin segar dan rasa aman, khususnya bagi mereka yang harus menempuh perjalanan malam hari.
“Patroli humanis ini akan kami gelar secara rutin. Kehadiran kami di lapangan adalah bentuk komitmen untuk menjaga ketenteraman warga, menekan angka kecelakaan, sekaligus menutup ruang bagi aksi balap liar yang membahayakan nyawa anak-anak muda kita,” pungkas Iptu Rerit.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy