Bireuen – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengatakan Jembatan Bailey Kuta Blang, Bireuen, sudah bisa dilintasi masyarakat.
Jembatan bailey tersebut dibangun sebagai penghubung sementara jalur nasional Banda Aceh–Medan yang sempat terputus akibat banjir bandang pada akhir November lalu. Jembatan utama Kuta Blang sebelumnya ambruk akibat derasnya arus sungai, menyebabkan terganggunya mobilitas masyarakat serta distribusi logistik antara Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara.
“Alhamdulillah, hari ini [Jumat kemarin, red] progresnya sudah mencapai 98 persen. Tinggal penyelesaian pemasangan lantai jembatan. Setelah itu akan dilakukan uji coba muatan. Insya Allah, malam ini [tadi malam] sudah bisa dilewati, dan besok [Sabtu, 13/12] pagi dipastikan lalu lintas sudah kembali lancar,” ujar Fadhlullah saat meninjau jembatan itu, Jumat, 26 Desember 2025.
Fadhlullah menjelaskan Jembatan Bailey Kuta Blang dirancang mampu menampung beban maksimal hingga 30 ton, dengan batas tinggi kendaraan maksimal empat meter. Dengan spesifikasi tersebut, jembatan diharapkan dapat melayani kendaraan logistik dan kendaraan masyarakat secara aman.
Dia menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, serta jajaran Kementerian PU dan Pemerintah Aceh yang telah bekerja siang dan malam dalam percepatan pembangunan jembatan darurat tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI dan Polri serta Kementerian PU yang telah membantu Pemerintah Aceh menyelesaikan pembangunan jembatan ini. Pemerintah Aceh, dengan dukungan pemerintah pusat, terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama warga yang terdampak bencana alam,” ujar Fahdullah, dilansir laman Humas Pemerintah Aceh.
Pembangunan Jembatan Bailey Kuta Blang menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan infrastruktur pascabanjir bandang di wilayah tengah dan timur Aceh. Dengan segera difungsikannya jembatan ini, diharapkan aktivitas ekonomi, pelayanan publik, serta distribusi bantuan kemanusiaan dapat kembali berjalan normal.
Dalam peninjauan itu, Wagub Aceh didampingi unsur Forkopimda Aceh, setelah mengikuti peringatan 21 Tahun Tsunami Aceh di Masjid Raya Baiturrahman Aceh di Banda Aceh.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy