Ketika Penari Cilik Memukau Penonton di Sabang Fair

Tari Peumulia Jamee1
Siswa RA Alquran Kota Sabang menampilkan Tari Peumulia Jame pada pembukaan kegiatan Berlomba dan Wisata yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sabang berkolaborasi dengan sejumlah instansi di Sabang Fair, Minggu, 27 April 2025. Foto: Line1.News/Zulfikar Husen

Sabang – Suasana hangat menyelimuti arena Sabang Fair, Kota Sabang, Minggu, 27 April 2025. Semilir angin dari balik pepohonan menemani lima penari cilik yang lincah meliuk-liuk di atas panggung.

Mereka tampil di hadapan puluhan penonton yang hadir dalam kegiatan Berlomba dan Berwisata yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sabang.

Mereka adalah Aisyah, Asyila, Qirani, Shanum, dan Jihan, siswa kelas B Raudhatul Athfal (RA) Alquran Kota Sabang.

Kelimanya tampil sebanyak dua kali dalam kegiatan kolaborasi antara Pemerintah Kota Sabang dengan berbagai instansi.

Pada penampilan pertama, kelima gadis kecil ini membawakan tari Peumulia Jamee, tarian tradisional Aceh untuk menyambut tamu.

Tari Peumulia Jamee3
Tari Peumulia Jamee. Foto: Line1.News/Zulfikar Husein

Mengenakan baju adat Aceh bernuansa kuning dengan sentuhan hijau, mereka menari dengan kompak dan penuh kelembutan, lengkap dengan senyuman manis yang membuat penonton terkesima.

Banyak pengunjung yang mengabadikan momen ini dengan gawai mereka.

“Untuk tampil di acara ini, latihannya tidak lama karena kami baru diberitahu satu-dua hari sebelumnya. Tapi anak-anak ini selalu siap,” ujar Ayu, salah seorang guru RA Alquran Kota Sabang sekaligus pelatih tim tari.

Ayu menambahkan, keluwesan anak-anak tersebut tidak lepas dari latihan rutin yang sudah dijalani sebelumnya untuk persiapan kegiatan perpisahan sekolah.

“Di sekolah, kami rutin berlatih untuk acara perpisahan. Anak-anak ini sudah terbiasa tampil, jadi kalau ada undangan mendadak mereka siap,” katanya.

Melatih anak-anak usia dini tentu punya tantangan tersendiri. Husna, guru lain yang turut melatih, mengatakan bahwa kesabaran dan kreativitas ekstra sangat dibutuhkan.

“Anak-anak ini belum bisa fokus penuh. Kadang saat latihan mereka teralihkan oleh hal lain, atau mudah lelah dan bosan. Jadi, kita harus banyak sabar dan pakai trik-trik seperti latihan sambil bermain atau sering membuat ice breaking,” ujar Husna.

RA Alquran Kota Sabang memang tidak hanya membekali anak-anak dengan keterampilan menari. Mereka juga dibina dalam berbagai bidang seperti hafalan surat pendek, doa sehari-hari, dan berpidato.

Tari Meusare sare2
Tari Meusare-sare. Foto: Line1.News/Zulfikar Husein

“Baru-baru ini, salah satu anak kami menjadi juara Da’i Cilik dalam kompetisi di Banda Aceh,” ujar Kepala Sekolah, Fitriati, sembari menunjuk ke arah salah satu penari.

Pada penampilan kedua, lima penari cilik ini membawakan tari Meusare-sare, kombinasi dari tari Koh Padee dan Tarek Pukat. Kali ini mereka ditemani oleh dua penari pria cilik, Raisul dan Syauki.

Penampilan kedua ini tak kalah memukau. Kehadiran dua penari pria membuat suasana semakin meriah. Sorak-sorai dan tepuk tangan penonton pun menggema di sepanjang pertunjukan, mengapresiasi kelincahan dan semangat para penari cilik.

Aksi lincah mereka hari itu menjadi bukti bahwa dengan bimbingan dan ketekunan, bakat seni bisa tumbuh indah sejak usia dini.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy