Blangkejeren – Perjalanan melintasi jalur provinsi yang menghubungkan Kecamatan Blangkejeren dengan Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, kini berubah menjadi medan perjuangan yang berat bagi para pengendara. Selain dihantui ancaman longsor, jalur ini dipenuhi kubangan lumpur pekat yang terkesan tanpa penanganan, Minggu, 2 Agustus 2026.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi jalan yang sangat memprihatinkan. Warga mengungkapkan beberapa titik jalan dipenuhi lumpur yang licin. Tak sedikit pengendara roda dua yang tergelincir dan terjatuh saat nekat menerobos jalur ekstrem ini.
Baca Juga: Jalan Tertimbun Batu, Warga Minta Gubernur-Kadis PUPR Aceh Turun ke Lapangan
Ironisnya, di tengah jeritan warga yang kesulitan melintas, pemandangan kontras justru terlihat tak jauh dari lokasi kubangan tersebut.
Alat Berat Terparkir Rapi

[Dua alat berat ekskavator yang diduga milik Dinas PUPR Aceh terparkir rapi di pinggir jalan kawasan Pepelah, Kecamatan Pining, Gayo Lues, Minggu (2/8/2026). Keberadaan alat yang menganggur ini dipertanyakan warga di tengah kondisi jalan lintas provinsi yang sedang rusak parah dan berlumpur. Foto: Anuar Syahadat/PSc]
Aman Irul, salah seorang pengendara yang melintasi jalur Blangkejeren–Pining pada Minggu (2/8/2026), mengungkapkan keheranannya atas lambannya respons pihak terkait. Ia melihat dua alat berat ekskavator yang diduga milik Dinas PUPR Aceh justru terparkir rapi di pinggir jalan kawasan Pepelah, Kecamatan Pining.
“Aneh sekali, ada dua alat berat malah terparkir rapi di Pepelah. Bukannya bekerja memperbaiki jalan yang longsor, membersihkan sisa longsor, atau memperbaiki parit agar air tidak meluap ke badan jalan,” ketus Aman Irul dengan nada kecewa.
Ia mengakui bahwa alat berat tersebut memang sempat dioperasikan untuk membuka akses jalan. Namun, kata Aman Irul, seharusnya pengerjaan jalur tersebut sampai benar-benar aman dan layak dilalui masyarakat.
“Susah mengungkapkannya, pokoknya jalan menuju Pining ini hancur sekali. Kalau Pemerintah Aceh tidak mengawasi langsung proyek Pining-Lokop ini, saya yakin anggaran akan habis tapi hasilnya tidak maksimal. Dua alat berat itu terparkir di Pepelah, jangan-jangan sewanya jalan terus setiap hari,” ujarnya.
Desak Pemerintah Aceh Kirim Pengawas ke Lapangan
Akibat buruknya tata kelola perbaikan jalan di Gayo Lues ini, masyarakat mendesak Gubernur dan Kadis PUPR Aceh untuk mengambil tindakan tegas. Warga meminta pemerintah tidak sekadar mempercayai laporan di atas kertas, melainkan mengirimkan tim pengawas independen yang benar-benar bekerja di lapangan.
Pengawasan ketat dinilai menjadi satu-satunya cara agar kontraktor dan operator alat berat bekerja tuntas, demi membebaskan masyarakat Pining dari isolasi dan kubangan lumpur yang menyengsara setiap hari.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy