Khutbah Jumat: Belajar dari Pohon Kelapa dan Kurma

Ilustrasi pohon kelapa
Ilustrasi pohon kelapa. Foto: mediaperkebunan.id

Ma’asyiral muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah,

Suatu hari Rasulullah sedang bersama dengan para sahabatnya dan bertanya tentang pohon apakah yang kuat dan kokoh dan mampu dijadikan teladan bagi setiap individu umat Islam agar menjadi Muslim sejati.

Dialog itu terekam dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari Ibnu Umar yang artinya: “Dari Ibnu Umar, ia berkata: Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya di antara pepohonan itu ada satu pohon yang tidak pernah gugur daunnya, dan ia menyerupai seorang Muslim. Coba kalian tebak, pohon apa itu?” Orang-orang pun menebak-nebak pepohonan yang tumbuh di padang pasir. Abdullah (Ibnu Umar) berkata: Dalam hatiku terlintas bahwa itu adalah pohon kurma, tapi aku merasa malu untuk mengatakannya. Lalu mereka berkata, “Beritahulah kami, wahai Rasulullah, pohon apa itu?” Beliau menjawab: “Itu adalah pohon kurma.” (HR Bukhari).

Terkait hadis itu, Ibnu Hajar Al-‘Asqalani dalam Fathul Bari juz 1, halaman 174 menjelaskan, kurma merupakan pohon spesial dan penuh keberkahan dengan banyak manfaat. Sejak mulai tumbuh hingga mengering, buahnya bisa dinikmati dalam berbagai bentuk. Setelah itu pun, seluruh bagian pohon tetap bermanfaat: bijinya menjadi pakan ternak, sabutnya digunakan sebagai tali, dan banyak manfaat lain yang tak tersembunyi.

Ibnu Hajar Al-‘Asqalani pun menyebutkan: “Demikian pula seorang Muslim, keberkahannya meluas dalam segala keadaan dan manfaatnya terus dirasakan oleh dirinya dan orang lain, bahkan setelah ia wafat.”

Ma’asyiral muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah,

Jika di Arab ada kurma, di Indonesia ada pohon sejenis dengan manfaat banyak dan masih satu famili Arecaceae (palem) yakni pohon kelapa. Dari akar hingga pucuk, hampir semua bagian pohon kelapa bisa dimanfaatkan.

Pohon kelapa pun sarat makna filosofis yang menggambarkan nilai-nilai kehidupan, kebaikan, dan keteladanan. Dalam tradisi masyarakat Indonesia, kelapa sering menjadi simbol manusia ideal yang kuat dalam prinsip, bermanfaat bagi sesama, dan konsisten dalam memberikan kebaikan.

Akar pohon kelapa yang menghujam kuat ke dalam bumi mencerminkan fondasi akidah yang kokoh dan teguh. Akar ini melambangkan seseorang yang memiliki prinsip dan keyakinan kuat, yang menjadi dasar dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Batang kelapa yang tegak lurus melambangkan keteguhan, kejujuran, dan konsistensi. Ia berdiri kokoh menghadapi angin dan badai, sebagaimana manusia yang teguh memegang nilai kebenaran meski menghadapi tantangan.

Daun kelapa yang lentur namun tidak mudah patah menjadi simbol keluwesan dalam bersikap. Daunnya bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan dari mulai atap, hiasan, hingga pembungkus makanan. Ini menandakan bahwa manusia yang bermanfaat adalah mereka yang mampu menyesuaikan diri namun tetap punya nilai guna dalam kehidupan sosial.

Buah kelapa juga memiliki filosofi tersendiri. Air kelapanya yang jernih menggambarkan kemurnian hati dan kejujuran, sementara dagingnya yang bergizi melambangkan sumber energi dan penghidupan.

Batok kelapa bisa dijadikan alat rumah tangga seperti gayung atau arang yang mencerminkan kemandirian serta kemampuan memanfaatkan potensi diri secara bijak. Sabut kelapa yang sering dianggap remeh ternyata juga sangat berguna sebagai bahan kerajinan dan pengikat. Ini melambangkan kasih sayang dan peran sebagai pemersatu di tengah masyarakat.

Tak kalah penting adalah tunas kelapa yang tumbuh dari dalam buah, menjadi simbol regenerasi dan harapan masa depan. Tunas ini mengajarkan tentang pentingnya mendidik dan membina generasi baru agar tumbuh menjadi pribadi kuat dan berguna.

Dari hal ini, mari kita belajar dari pohon kelapa yang senantiasa teguh dalam prinsip, sederhana dalam penampilan, namun luar biasa dalam kebermanfaatan. Dengan semua bagian yang bisa digunakan dan memberikan manfaat, pohon kelapa menjadi representasi nyata dari sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Jabir: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (lainnya).” (HR. Ahmad.

Ma’asyiral muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah,

Semoga pohon kurma dan pohon kelapa mampu menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi kita semua untuk menjadi orang yang mampu menebar kebaikan dan manfaat bagi orang lain. Bukan malah menjadi orang yang suka mengganggu dan mempersulit orang lain. Semoga kita mampu menjadi orang yang senantiasa menjadi bagian dari terselenggaranya kebaikan. Amin.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy