Jantho – Jumlah guru program Beut Kitab Bak Sikula di Aceh Besar yang telah lulus seleksi mencapai 452 orang. Masih kurang lima orang lagi dari total kebutuhan 457 guru untuk program tersebut.
“Secara akumulasi, jumlah guru yang sudah lulus seleksi baik dari tahun 2025 maupun 2026 sebanyak 452 orang, sehingga masih terdapat kekurangan lima orang lagi untuk memenuhi kuota keseluruhan,” kata Rahmawati, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Besar, dilansir laman Pemkab Aceh Besar, Sabtu, 7 Maret 2026.
Rahmawati menyampaikan itu dalam rapat evaluasi dan pelaporan hasil perekrutan pengajar program Beut Kitab Bak Sikula. Rapat dipimpin Bupati Aceh Besar, Muharram Idris digelar di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Jumat malam (6/3).
Rapat tersebut juga dihadiri Ketua Tim Seleksi Beut Kitab Bak Sikula Baba H. Marwan Abdullah, Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Aceh Besar Sanusi, dan Tim Asistensi Bupati.
Rahmawati menyampaikan jumlah guru dibutuhkan untuk program Beut Kitab Bak Sikula mencapai 457 orang bagi 215 sekolah dasar dan 89 sekolah menengah pertama tersebar di Aceh Besar.
Dia menjelaskan pada tahap awal tahun 2025, Pemkab Aceh Besar telah merekrut sebanyak 124 guru sebagai bagian dari program percontohan. Pada seleksi lanjutan tahun 2026 perekrutan tambahan untuk memenuhi kebutuhan guru di seluruh sekolah.
“Pada seleksi tahap kedua tahun 2026, dari kebutuhan 333 orang yang dibuka, jumlah yang dinyatakan lulus sebanyak 276 orang. Selain itu terdapat 42 guru dari kategori guru SPT tahun 2025 yang juga dinyatakan lulus,” ujar Rahmawati.
Menurut dia, terdapat pula 10 guru dari program Beut Kitab Bak Fauzul Kabir yang sudah lebih dahulu mengajar dan menjadi bagian dari kebutuhan tenaga pengajar tersebut.
Baca juga: Aceh Besar Matangkan Seleksi Program ‘Beut Kitab Bak Sikula’
Sekretaris Tim Seleksi Teungku Nazar memaparkan pada seleksi tahun 2026 terdapat 337 orang yang mendaftar, dengan 331 peserta mengikuti tes.
“Dari jumlah tersebut sebanyak 276 orang dinyatakan lulus, sementara 55 orang lainnya belum berhasil melewati seleksi,” ucapnya.
Dia menyebut proses seleksi berdasarkan pembagian 12 regional wilayah yang mencakup seluruh kecamatan di Aceh Besar. Sistem regional ini diterapkan untuk memudahkan distribusi guru sekaligus meningkatkan efisiensi dalam penempatan tenaga pengajar.
Ketua Tim Seleksi Baba H. Marwan Abdullah mengatakan seluruh tahapan seleksi telah dilakukan secara maksimal dengan tetap mengikuti arahan para ulama, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), dan dinas terkait.
“Amanah ini kami jalankan sebaik mungkin sesuai kemampuan kami. Semua proses dilakukan dengan memerhatikan arahan pimpinan, ulama, serta pihak dinas terkait,” tuturnya.
Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi lintas sektor, baik antara pemerintah, ulama, akademisi maupun lembaga pendidikan.
‘Dayah dan Lembaga Pendidikan Formal Saling Mendukung’
Baba menilai perlunya memperkuat hubungan antara dayah dan dinas terkait agar tidak terjadi kesenjangan komunikasi dalam pengembangan pendidikan agama di Aceh Besar.
“Selama ini terkesan dayah berjalan sendiri-sendiri tanpa advokasi yang kuat dari dinas. Ke depan kita berharap ada sinergi yang lebih kuat sehingga dayah dan lembaga pendidikan formal dapat saling mendukung dalam mencetak generasi Aceh yang berilmu dan berakhlak,” ucapnya.
Baca juga: 2026, Pemkab Aceh Besar akan Gelar Lomba Beut Kitab Antarsekolah
Bupati Muharram Idris menyampaikan rasa syukur karena proses seleksi guru Beut Kitab Bak Sikula hampir rampung dan dapat segera difinalkan.
“Alhamdulillah, pada malam ini sudah bisa kita finalkan untuk persoalan guru-guru di 12 wilayah. Ini merupakan langkah penting dalam memperkuat pendidikan agama di sekolah-sekolah kita,” ujarnya.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya bersifat percontohan, tetapi dirancang untuk diterapkan secara luas di seluruh wilayah Aceh Besar. Karena itu, pihaknya meminta agar proses penempatan guru dilakukan secara efektif dengan mempertimbangkan regional wilayah agar memudahkan mobilitas para pengajar.
Muharram mengungkapkan Pemkab Aceh Besar berencana meluncurkan secara resmi program Beut Kitab Bak Sikula dalam waktu dekat.
“Insya Allah, hari Selasa nanti kita rencanakan launching. Launching ini bukan lagi percontohan, tapi sudah kita terapkan untuk seluruh sekolah di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar,” kata Muharram.
Santuni Anak Yatim
Dia menyampaikan bahwa bersamaan dengan peluncuran program tersebut, pemerintah daerah juga akan menyalurkan bantuan insentif berupa santunan kepada seluruh anak yatim di Aceh Besar.
“Seluruh anak yatim yang sudah terdata akan kita berikan bantuan santunan. Walaupun jumlahnya tidak besar, tapi ini sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada anak-anak yatim di Aceh Besar,” ujar Muharram.
Penghafal Al-Qur’an dan Lulusan Dayah
Dalam rapat tersebut juga dibahas rencana kerja sama antara pemda dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh untuk memberdayakan para penghafal Al-Qur’an dan lulusan dayah dalam program pendidikan agama di sekolah.
Menurut Muharram, kerja sama tersebut penting agar potensi sumber daya lokal, khususnya para hafiz Al-Qur’an dan alumni dayah, dapat diberdayakan secara optimal dalam sistem pendidikan.
“Kita akan mencoba meningkatkan kerja sama melalui MoU dengan Kanwil Kemenag. Kita ingin mengutamakan kearifan lokal dan potensi sumber daya Aceh sendiri, sehingga semua sekolah di Aceh Besar dapat menerapkan program Beut Kitab Bak Sikula,” tuturnya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy