Kota Jantho, Line1News – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memulai program penguatan kapasitas kepemimpinan bagi ratusan keuchik (kepala desa) yang dilantik pada tahun 2025. Sebanyak 234 Keuchik dari 23 kecamatan berkumpul di Kota Jantho guna mengikuti rangkaian Retret Keuchik Kabupaten Aceh Besar Tahun 2026 yang diawali dengan apel penerimaan peserta pada Minggu sore, 8 November 2026.
Acara yang dipusatkan di halaman Balai Pelatihan Kesehatan (Bapalkes) Kota Jantho tersebut dipimpin oleh Sekda Aceh Besar, Bahrul Jamil. Agenda ini turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Besar, Jakfar, serta jajaran camat se-kabupaten.
Program pelatihan intensif terisolasi ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, 8 hingga 11 November 2026. Menariknya, gagasan retret bagi para keuchik ini lahir setelah Bupati Aceh Besar Muharram Idris dan Wakil Bupati Syukri A. Jalil terinspirasi oleh pola pembekalan kepemimpinan tingkat nasional yang mereka ikuti sebelumnya.
Dalam amanatnya saat memimpin apel, Sekda Bahrul Jamil menekankan bahwa partisipasi para keuchik merupakan bukti konkret keseriusan untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pelayanan publik langsung di tengah masyarakat.
“Seorang Keuchik tidak cukup hanya memiliki kewenangan dan kemampuan administratif, tetapi juga harus memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, sikap yang jujur, disiplin, adil, serta mampu menjadi teladan bagi perangkat gampong dan seluruh masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa BJ tersebut.
BJ mengingatkan bahwa garis koordinasi keuchik berada di garda terdepan sistem birokrasi, sehingga mereka dituntut peka dan responsif terhadap keluhan, harapan, serta kebutuhan dasar warga di tingkat gampong.
“Karena itu, kepemimpinan di tingkat gampong harus mampu menghadirkan pelayanan yang semakin baik, pengelolaan keuangan yang transparan, serta tata kelola pemerintahan yang tertib dan bertanggung jawab,” tegas BJ di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, ia memberikan peringatan spiritual bahwa jabatan politik ini merupakan sebuah amanah dari rakyat yang kelak wajib dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Selain dibekali tata kelola dana desa dan materi antikorupsi, para keuchik diharapkan memanfaatkan momentum ini sebagai ruang silaturahmi untuk membangun komunikasi antargampong.
“Tidak ada perbedaan antara Keuchik dari gampong besar maupun gampong kecil. Tidak ada sekat antara satu kecamatan dengan kecamatan lainnya. Di tempat ini, saudara-saudara adalah satu keluarga besar Keuchik Kabupaten Aceh Besar,” imbuhnya menyuntikkan semangat persatuan.
BJ menegaskan agar kegiatan ini tidak menguap begitu saja sebagai seremonial belaka. Sekda berpesan agar hasil dari pelatihan empat hari ini langsung diejawantahkan secara profesional sekembalinya mereka ke daerah asal.
“Tanamkan tekad bahwa setelah mengikuti retret ini, saudara-saudara harus kembali ke gampong masing-masing dengan semangat baru, kepemimpinan yang lebih berintegritas, lebih profesional, lebih responsif, dan lebih bertanggung jawab terhadap masyarakat,” pungkasnya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy