Lhokseumawe, Line1News – Provinsi Aceh lumpuh total akibat pemadaman listrik massal (blackout) yang terjadi secara mendadak pada Jumat, 22 Mei 2026, malam. Ironisnya, pemadaman total ini terjadi tepat beberapa saat menjelang waktu ibadah Magrib, sekitar pukul 18.45 waktu Aceh.
Pantauan Line1News hingga pukul 21.00 di Lhokseumawe, denyut nadi ekonomi warga yang bertumpu pada budaya ngopi langsung mati suri. Sebagian besar warung kopi (warkop) dan kafe yang biasanya riuh, kini sepi senyap dan hanya diterangi satu-dua lampu darurat penyimpan arus.
“Mati lampu, Bang. Sejak Magrib tadi,” ujar salah seorang pekerja di Warung Aneuk Kupi, Lhokseumawe, saat disambangi Line1News pukul 20.00.
Lumpuhnya jaringan internet (Wi-Fi) akibat mati listrik menjadi pemicu utama kaburnya para penikmat kopi. Pemandangan serupa terlihat di Warung Dzaki Kupi dan banyak kafe lainnya yang hanya menyisakan satu-dua pengunjung. Padahal biasanya warkop dan kafe tersebut menjadi pusat berkumpulnya warga baik siang maupun malam.
Sebaliknya, fenomena unik terjadi pada segelintir warkop yang memiliki mesin genset, seperti Warkop Menara Kupi di Simpang Buloh, Cunda. Tempat ini mendadak diserbu warga dan penuh sesak. Di tengah raungan keras suara mesin genset yang sesekali tersendat, ramai warga menyemut demi mengisi daya baterai ponsel dan berburu akses internet.
PLN Sebut Ada Gangguan Jaringan Interkoneksi
Merespons krisis ini, Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Lukman Hakim, mengonfirmasi bahwa pemadaman dipicu oleh kerusakan pada sistem penyuplai utama.
“Saat ini terjadi gangguan suplai listrik yang berdampak di beberapa wilayah Provinsi Aceh,” ungkap Lukman Hakim melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Jumat malam.
Dampak blackout ini ternyata tidak hanya mengisolasi Serambi Mekah. Jaringan interkoneksi yang bermasalah membuat pemadaman juga meluas hingga ke wilayah Sumatra Utara dan Sumatra Barat sejak pukul 18.45 WIB.
Humas PLN Sumbagut, Diki Kurniawan, menjelaskan sistem kelistrikan wilayah-wilayah tersebut saling terikat. “Lagi ada gangguan infonya. (Sumut, Sumbar, dan Aceh) iya kena. Karena satu sistem. Miskom sistemnya, sistem interkoneksi,” ujar Diki, dilansir Kumparan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN belum dapat memastikan kapan aliran listrik ke rumah-rumah warga dan warkop di Aceh akan kembali normal. Tim teknis dilaporkan masih berjibaku di lapangan untuk melacak titik kerusakan.
“Belum (diketahui kapan nyala), tim sudah melakukan pengecekan ke lapangan untuk penelusuran gangguannya. Nanti kalau sudah ada kabar kami infokan lagi,” pungkas Diki.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy