[Foto] Lantunan Zikir dan Payung Warna-warni Semarakkan Maulid di Meunasah Baroh Simpang Keuramat

Maulid Meunasah Baroh Simpang Keuramat
Suasana kemeriahan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Meunasah Gampong Meunasah Baroh, Simpang Keuramat, Aceh Utara, Selasa (25/8/2026). Acara ini dihadiri oleh ratusan warga dan grup zikir santri dayah. Foto for Line1News

Aceh Utara, Line1News – Gema selawat dan lantunan zikir santri dayah membubung khidmat dari balik dinding bangunan dua lantai Meunasah Gampong Meunasah Baroh, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara, Selasa, 25 Agustus 2026. Bertepatan dengan hari sakral 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah, gampong yang dihuni sekitar 500 jiwa atau 169 Kepala Keluarga (KK) ini tumpah ruah merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan penuh kehangatan.

Sejak pagi, pekarangan meunasah berpasir itu menyuguhkan pemandangan yang tak biasa dan memanjakan mata. Langit siang yang terik dinaungi oleh barisan dekorasi unik berupa payung-payung warna-warni—mulai dari hijau terang, merah muda, kuning, hingga biru—yang digantung berjejer rapi di sepanjang selasar lantai dua, berpadu apik dengan kibaran bendera hias segitiga.

Atmosfer gotong royong terasa sangat kental di halaman luar. Sementara sejumlah pemuda dan pria dewasa sibuk berjaga dan mengatur alur logistik di luar, suasana di dalam ruangan utama meunasah justru menyajikan pemandangan spiritual yang menyentuh hati.

Mengenakan seragam koko kombinasi cokelat tua dan krem lengkap dengan kupiah hitam, puluhan santri anak-anak dan remaja duduk bersila dengan tertib di atas lantai keramik putih yang bersih. Di bawah naungan pilar-pilar besar bermotif marmer dan ukiran pilar emas yang megah, mereka tampak khidmat melantunkan bait-bait zikir dan selawat kepada Rasulullah. Duduk melingkar di dekat mimbar kayu meunasah, konsentrasi dan kekompakan generasi muda dayah ini disimak langsung oleh para tokoh serta panitia gampong yang mendampingi di sekeliling ruangan.

Kesigapan kepanitiaan desa terlihat nyata di sepanjang selasar teras luar meunasah yang megah. Sejumlah pemuda gampong tampak sibuk bergotong royong menyusun ratusan paket makanan yang dikemas dalam kantong plastik warna-warni—mulai dari merah, biru, hijau, hingga kuning—yang berjejer rapi memenuhi lantai teras di samping tumpukan kardus air mineral.

Beberapa tokoh masyarakat berkupiah hitam juga berdiri mendampingi untuk mengawasi estafet pengumpulan berkah maulid tersebut.

Manajemen logistik yang rapi tidak hanya terpusat di area luar, melainkan berlanjut hingga ke dalam ruangan meunasah. Di sudut ruangan, berdekatan dengan tumpukan karung beras yang tersusun tinggi, jajaran kantong plastik berisi kenduri maulid dikelompokkan secara tertib berdasarkan warna plastik agar mempermudah panitia saat membagikannya secara adil kepada para tamu undangan.

Selain ratusan paket kantong plastik biasa, perayaan ini juga dimeriahkan oleh kehadiran belasan parsel atau keranjang hidangan spesial (khanduri) yang ditata cantik di dalam ruangan meunasah. Keranjang plastik berwarna hijau, biru, dan merah tersebut berisi aneka buah segar serta panganan ringan pilihan, yang dibungkus menggunakan plastik transparan bermotif bunga merah muda serta dipercantik sematan pita hias warna-warni di atasnya sebagai hidangan kehormatan.

Tumpukan paket makanan yang melimpah tersebut dikumpulkan oleh panitia di meunasah, untuk kemudian didistribusikan dan disajikan secara takzim kepada para tamu undangan serta grup zikir dayah yang telah diundang sebelumnya.

Lewat dekorasi payung yang ceria, kekompakan warga, dan santapan berkah maulid, peringatan hari lahir Rasulullah di Meunasah Baroh sukses merekatkan kembali tali silaturahmi antardesa.[] Foto-foto for Line1News

Lihat Juga: [Foto] Khanduri Molod di Matang Seuleumak: Menyemai Berkah Berbagi

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy